Curhatan Pelaku Usaha Hijab Lokal Viral Karena Paket Retur COD

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 26 Mei 2026 15:43 WIB 2
Curhatan Pelaku Usaha Hijab Lokal Viral Karena Paket Retur COD

Curhatan pemilik usaha hijab lokal Dyalodya viral di media sosial setelah ia mengeluhkan kerugian besar akibat tumpukan paket retur dalam sepekan. Video yang diunggah melalui Instagram @dyalodya memperlihatkan paket berlabel COD yang gagal diterima pelanggan dan kembali melalui kurir.

Dalam unggahan itu, pemilik brand menilai sistem Cash on Delivery atau COD kerap dimanfaatkan oleh oknum pembeli tidak bertanggung jawab. Ia juga menyebut ada paket yang dikembalikan dalam kondisi rusak dan diduga telah ditukar dengan barang lain, sehingga menambah beban operasional usaha.

Keluhan soal retur COD

Video yang diunggah Dyalodya menampilkan tumpukan paket retur yang disebut terkumpul hanya dalam satu pekan. Pemilik usaha mengaku kondisi tersebut membuatnya kecewa karena sebagian besar pesanan sudah dikirim sesuai prosedur. Ia menilai kerugian tidak hanya datang dari ongkos kirim, tetapi juga dari waktu dan tenaga yang terbuang.

Dalam narasi videonya, ia menyinggung adanya pembeli yang sengaja menolak paket saat kurir datang. Menurutnya, tindakan itu dilakukan tanpa alasan jelas dan berdampak langsung pada arus barang. Situasi tersebut membuat produk yang seharusnya laku justru kembali ke gudang dalam kondisi tidak layak jual.

Zahra, pemilik brand Dyalodya, menyampaikan bahwa usahanya yang berdiri sejak 2017 sedang menghadapi tantangan berat. Ia mengatakan curahan hati itu bukan sekadar keluhan, melainkan upaya mengedukasi pelanggan agar lebih berhati-hati. Menurut dia, banyak komplain datang dari orang-orang yang mengaku tidak pernah memesan barang, tetapi menerima paket atas nama Dyalodya.

Modus penipuan yang merugikan

Zahra mengungkap adanya dugaan penipuan terstruktur yang melibatkan pihak ketiga. Ia menyebut paket yang sampai ke konsumen acak kerap membuat penerima bingung karena merasa tidak pernah melakukan pemesanan. Dalam beberapa kasus, identitas dan alamat Dyalodya diduga digunakan tanpa izin untuk mengirim paket COD.

Ia juga menyoroti kemungkinan keterlibatan oknum di jalur distribusi. Menurutnya, ada indikasi permainan yang terjadi di sekitar proses pengantaran, termasuk pada pihak kurir yang menangani paket. Dugaan itu muncul karena beberapa paket disebut tidak sampai kepada pelanggan yang benar.

Selain itu, Zahra memperingatkan adanya paket yang dikembalikan dalam kondisi terbuka dan isinya telah ditukar. Salah satu contoh yang ia tampilkan adalah barang yang disebut berubah menjadi celana kolor bekas. Ia menilai pola tersebut bukan hanya merugikan penjual, tetapi juga mencoreng kepercayaan konsumen terhadap transaksi online.

Dampak bagi reputasi usaha

Menurut Zahra, penyalahgunaan alamat toko dapat merusak reputasi brand yang dibangun selama bertahun-tahun. Ia khawatir konsumen akan mengira Dyalodya mengirim paket tanpa pesanan. Kondisi itu berisiko menimbulkan komplain baru dan menurunkan kepercayaan pasar.

Ia meminta pelanggan untuk menolak paket jika tidak pernah melakukan pemesanan di tokonya. Zahra juga menegaskan agar masyarakat tidak menerima barang COD dari Dyalodya apabila memang tidak ada transaksi sebelumnya. Langkah itu dianggap penting untuk mencegah pihak tak bertanggung jawab memanfaatkan identitas toko.

Dalam penjelasannya, ia menekankan bahwa kerugian UMKM akibat retur COD tidak bisa dianggap sepele. Beban ongkos kirim, potensi barang rusak, dan risiko penipuan membuat pelaku usaha kecil harus bekerja lebih keras. Karena itu, ia berharap ada kesadaran bersama agar sistem COD tidak terus disalahgunakan.

Respons warganet menguat

Unggahan curhatan tersebut telah ditonton lebih dari 54,4 ribu kali dan menuai banyak komentar. Sejumlah warganet mengaku pernah mengalami kejadian serupa, mulai dari data alamat yang bocor hingga paket datang tanpa pernah dipesan. Respons itu menunjukkan isu penyalahgunaan COD masih menjadi kekhawatiran di kalangan penjual dan pembeli.

Beberapa pengguna Instagram menyarankan agar fitur COD dinonaktifkan sementara. Mereka menilai langkah itu bisa mengurangi risiko penipuan dan retur bermasalah. Namun, sebagian lainnya menilai solusi jangka panjang tetap ada pada pengawasan distribusi dan perlindungan data pelanggan.

Kasus Dyalodya kembali membuka perhatian publik terhadap risiko belanja dengan skema COD. Di satu sisi, metode ini memudahkan pembeli, tetapi di sisi lain dapat menimbulkan celah penyalahgunaan bila tidak diawasi dengan baik. Bagi pelaku usaha kecil, satu paket retur saja bisa berdampak pada keuangan harian yang sangat sensitif.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!