Founder dan Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, membagikan pengalaman membangun usaha dari nol dalam education class di Jogja Financial Festival, Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (23/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa perjalanan bisnisnya dimulai saat masih kuliah, tanpa modal uang sepeser pun.
Pria yang akrab disapa CT itu menjelaskan bahwa uang bukan satu-satunya modal untuk menjadi pengusaha. Menurut dia, ada tiga modal penting yang justru lebih menentukan dalam membangun usaha, yakni kemauan, kemampuan, dan networking.
Modal Usaha Menurut CT
CT menuturkan bahwa pengalaman pribadinya menjadi bukti bahwa usaha dapat dimulai tanpa modal uang. Ia mengaku merintis langkah bisnis sejak berusia 18 tahun ketika masih menempuh pendidikan tinggi. Dalam pandangannya, keberanian untuk memulai jauh lebih penting daripada menunggu modal besar. Karena itu, ia menilai banyak orang terlalu lama menunda langkah pertama.
Ia juga menekankan bahwa uang tidak otomatis menjamin seseorang mampu membangun bisnis yang sehat. Menurut CT, modal finansial memang membantu, tetapi bukan penentu utama keberhasilan. Pengusaha tetap membutuhkan arah, disiplin, dan kesiapan menjalankan usaha. Tanpa itu, modal uang justru berisiko tidak terkelola dengan baik.
Dalam penjelasannya, CT mengutip pengalamannya saat menulis buku Si Anak Singkong. Ia menyebut bahwa dirinya memulai usaha dengan nol rupiah dan bertumpu pada tiga modal utama. Tiga modal tersebut adalah kemauan, kemampuan, dan networking. Ia menilai ketiganya harus berjalan bersamaan agar usaha dapat tumbuh.
CT menambahkan bahwa banyak calon pengusaha kerap terlalu fokus pada keterbatasan modal uang. Padahal, menurut dia, kesempatan sering kali lahir dari keberanian mengambil langkah awal. Sikap tersebut menjadi pembeda antara wirausaha yang berkembang dan mereka yang hanya berhenti pada rencana. Dalam konteks itu, modal uang hanya salah satu bagian kecil dari keseluruhan proses bisnis.
Kemauan dan Kemampuan
Menurut CT, kemauan menjadi fondasi pertama dalam membangun usaha. Seseorang yang memiliki keinginan kuat biasanya lebih tahan menghadapi proses awal yang penuh tantangan. Kemauan juga mendorong pelaku usaha untuk terus belajar dari kegagalan. Tanpa kemauan, kemampuan yang dimiliki sulit berkembang secara maksimal.
Selain kemauan, kemampuan menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan. CT menilai pengusaha perlu memiliki keterampilan membaca peluang dan mengelola operasional usaha. Kemampuan tersebut akan membantu bisnis tetap berjalan di tengah perubahan pasar. Dengan demikian, usaha tidak hanya bertumpu pada semangat, tetapi juga pada kompetensi.
Ia menegaskan bahwa semangat besar harus disertai kapasitas untuk mengeksekusi ide. Menurut dia, banyak orang memiliki gagasan bagus, tetapi tidak siap menjalankannya secara konsisten. Kondisi itu membuat usaha sulit bertahan dalam jangka panjang. Karena itu, kemauan dan kemampuan harus saling melengkapi.
CT juga menyampaikan bahwa uang tanpa kemauan dan kemampuan cenderung tidak produktif. Ia mencontohkan bahwa kepemilikan modal besar tidak akan banyak berarti jika tidak ada dorongan untuk bekerja keras. Dalam bisnis, kelalaian kecil dapat membawa dampak besar terhadap keberlangsungan usaha. Maka dari itu, fondasi pribadi menjadi hal yang paling utama.
Pentingnya Networking
Selain kemauan dan kemampuan, CT menempatkan networking sebagai modal penting dalam usaha. Jaringan yang luas dapat membuka akses terhadap informasi, peluang kerja sama, dan dukungan bisnis. Menurut dia, tidak ada pengusaha yang tumbuh sendirian tanpa interaksi dengan lingkungan. Jaringan juga membantu pelaku usaha melihat peluang yang sebelumnya tidak terlihat.
CT menyebut networking bukan sekadar relasi formal, melainkan hubungan yang dibangun dengan kepercayaan. Ia menilai kepercayaan menjadi kunci dalam menjadikan jaringan sebagai aset usaha. Tanpa kepercayaan, kerja sama tidak akan berlangsung lama. Karena itu, pengusaha perlu menjaga hubungan baik dengan pihak lain secara berkelanjutan.
Ia menegaskan pentingnya menjaga amanah dalam membangun jaringan bisnis. Menurut CT, seseorang yang tidak mampu memegang kepercayaan akan sulit bertahan dalam dunia usaha. Amanah menjadi dasar agar relasi yang dibangun tidak rusak di tengah jalan. Dalam pandangannya, reputasi sering kali lebih berharga daripada keuntungan sesaat.
CT juga menjelaskan bahwa networking dapat membantu pengusaha menemukan pasar dan mitra usaha. Ketika relasi terbangun dengan baik, proses distribusi dan pengembangan bisnis menjadi lebih mudah. Jaringan yang sehat membuat usaha lebih adaptif menghadapi tantangan. Dengan begitu, networking berperan sebagai penghubung antara ide dan kesempatan.
Pesan untuk Generasi Muda
Dalam paparannya, CT mendorong generasi muda untuk mulai berwirausaha sejak dini. Ia menilai usia muda merupakan periode terbaik untuk belajar, mencoba, dan mengambil risiko terukur. Pada fase ini, seseorang biasanya memiliki energi, waktu, dan ruang untuk bereksperimen lebih besar. Karena itu, menunda terlalu lama dinilai kurang menguntungkan.
CT menilai banyak anak muda masih terpaku pada anggapan bahwa usaha harus dimulai dengan modal besar. Padahal, pengalaman menunjukkan bahwa kemauan, kemampuan, dan jaringan dapat menjadi titik awal yang lebih penting. Ia mengajak generasi muda untuk mengubah cara pandang tersebut. Dengan pola pikir yang tepat, peluang usaha bisa lahir dari hal sederhana.
Ia juga mengingatkan bahwa memiliki uang saja tidak cukup untuk menjalankan bisnis. Menurut CT, seseorang perlu memiliki semangat, keterampilan, dan relasi agar usaha dapat bertahan. Jika salah satu unsur itu hilang, bisnis akan kesulitan berkembang. Oleh sebab itu, kesiapan mental menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari modal usaha.
Pesan CT menegaskan bahwa wirausaha adalah proses yang menuntut keberanian, kerja keras, dan integritas. Ia menilai generasi muda perlu berani mengambil langkah pertama tanpa menunggu kondisi sempurna. Dalam dunia usaha, peluang sering kali datang kepada mereka yang siap bergerak lebih dulu. Sikap itu, menurut CT, akan membuka jalan menuju pertumbuhan yang berkelanjutan.
