Clelia Verdier Bangun dari Koma, Mengira Punya Tiga Anak

Lifestyle Anindya Kirana Putri 25 Mei 2026 17:59 WIB 2
Clelia Verdier Bangun dari Koma, Mengira Punya Tiga Anak

Seorang remaja asal Lyon, Prancis, bernama Clelia Verdier membuat staf rumah sakit terkejut setelah terbangun dari koma dan langsung menanyakan keberadaan tiga putrinya. Padahal, ia belum pernah menikah maupun melahirkan, sementara pengalaman menjadi ibu itu ternyata hanya hidup dalam mimpi yang sangat detail selama ia tidak sadar.

Clelia membuka mata setelah tiga minggu koma pada 2025, usai menjalani perawatan medis setelah percobaan bunuh diri dengan meminum obat pada Juni 2025. Alih-alih menanyakan kecelakaan atau rasa sakit yang dialami, ia justru merasa kehilangan keluarga yang hanya ada di alam bawah sadarnya.

Mimpi Koma yang Nyata

Clelia mengaku hidup selama tujuh tahun sebagai seorang ibu dalam mimpinya, meski seluruh peristiwa itu tidak pernah terjadi di dunia nyata. Dalam bayangannya, ia membesarkan tiga anak kembar yang bernama Mila, Miles, dan Mailee.

Ia juga mengingat bahwa Mailee meninggal tak lama setelah lahir, sesuatu yang membuatnya merasa sangat sedih dan bersalah. Kenangan itu terasa begitu kuat karena ia mengaku merasakan stres, rasa sakit, dan duka seperti pengalaman sungguhan.

Bahkan, ia mengatakan masih mengingat sentuhan kulit ke kulit pertama dengan bayinya, yang menurutnya terasa luar biasa. Bagi Clelia, momen-momen itu meninggalkan kesan emosional yang sangat dalam dan sulit dihapus.

Reaksi Tim Medis

Kondisi tersebut membuat tenaga medis di rumah sakit terkejut karena isi pengakuan Clelia sangat rinci dan meyakinkan. Namun setelah pemeriksaan, dokter memastikan bahwa ia tidak pernah hamil dan tidak pernah memiliki anak.

Meski telah dijelaskan berkali-kali, Clelia awalnya sulit mempercayai kenyataan tersebut karena ingatannya terasa sangat nyata. Ia meyakini seluruh detail kehidupan sebagai ibu itu benar-benar pernah ia jalani.

Pengalaman itu menunjukkan bahwa memori dalam kondisi koma dapat terasa sangat kuat bagi sebagian pasien. Dalam kasus tertentu, otak tetap memproduksi rangkaian peristiwa yang seolah-olah nyata, meski tidak terjadi di dunia fisik.

Penjelasan Ahli Saraf

Ahli neurologi menyebut mimpi koma bukanlah hal yang langka, terutama pada pasien dengan cedera otak traumatis. Dalam keadaan koma, seseorang tidak selalu berada dalam kegelapan total atau tidur tanpa kesadaran sama sekali.

Banyak pasien melaporkan mimpi yang sangat jelas, detail, dan terasa hidup ketika mereka mulai sadar. Namun, ada pula pasien yang bangun tanpa mengingat apa pun dari masa tidak sadarnya.

Kasus seperti Clelia kerap memantik perhatian publik karena menyerupai kisah fiksi yang biasa ditemukan di film atau komik. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa pengalaman semacam itu memiliki dasar medis dan dapat dijelaskan secara neurologis.

Dampak Emosional Pasien

Setelah sadar, Clelia mengaku masih merasa sangat terputus dari orang lain dan terus merindukan anak-anak yang ada dalam mimpinya. Ia mengatakan pengalaman itu meninggalkan luka emosional karena selama beberapa waktu, mimpi tersebut menjadi satu-satunya realitas yang ia kenal.

Ia bahkan menyatakan bahwa dirinya akan selalu menjadi ibu bagi anak-anak itu, meski hanya hadir dalam alam bawah sadar. Pernyataan tersebut memperlihatkan betapa kuatnya ikatan emosional yang terbentuk, walau tidak berangkat dari kejadian nyata.

Kisah Clelia menjadi pengingat bahwa kondisi medis seperti koma tidak hanya memengaruhi tubuh, tetapi juga psikologis pasien. Pengalaman bawah sadar yang terasa nyata dapat meninggalkan dampak yang panjang setelah pasien kembali sadar.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!