CFD Jadi Peluang Bisnis, Roti Kukus Srikaya Jadi Contoh

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 23 Mei 2026 14:40 WIB 8
CFD Jadi Peluang Bisnis, Roti Kukus Srikaya Jadi Contoh

Car Free Day (CFD) setiap akhir pekan kerap dipadati warga yang datang untuk berolahraga, berjalan santai, atau sekadar mencari hiburan. Keramaian ini membuka peluang usaha bagi pelaku bisnis yang ingin menjual produk langsung kepada pengunjung.

Banyak orang memanfaatkan CFD sebagai sumber penghasilan tambahan di sela pekerjaan utama. Salah satu contoh yang menarik datang dari penjual roti kukus srikaya yang mampu meraup omzet hingga dua kali lipat modal dari aktivitas berjualan di kawasan CFD BSD.

Peluang Bisnis CFD

CFD menjadi ruang yang strategis bagi pedagang karena jumlah pengunjung biasanya tinggi dalam waktu singkat. Kondisi ini membuat produk yang mudah dibawa dan cepat dibeli lebih berpeluang menarik perhatian.

Produk makanan dan minuman sering menjadi pilihan karena sesuai dengan kebutuhan pengunjung yang datang sejak pagi. Selain itu, harga yang terjangkau dapat membantu mempercepat transaksi di tengah arus orang yang terus bergerak.

Model usaha seperti ini juga cocok untuk dijalankan sebagai usaha sampingan. Pelaku usaha dapat memulai dengan modal kecil, lalu menyesuaikan stok berdasarkan respons pembeli di lapangan.

Dalam praktiknya, keberhasilan berjualan di CFD sangat bergantung pada pemilihan produk, lokasi, dan kecepatan pelayanan. Semakin mudah produk dikonsumsi, semakin besar peluang terjadinya pembelian spontan dari pengunjung.

Roti Kukus Srikaya

Salah satu ide usaha yang dinilai potensial adalah berjualan roti kukus srikaya. Produk ini dianggap menarik karena rasanya disukai banyak orang, bentuknya praktis, dan mudah dibawa ke mana saja.

Contoh nyata datang dari Dzakia, 28 tahun, yang menjalankan usaha melalui akun @rotisrikaya_mamaya. Ia berjualan di CFD Teras Kota BSD dengan sistem mengambil produk dari supplier.

Dengan modal sekitar Rp 2 juta, Dzakia mengaku bisa memperoleh omzet hingga Rp 4 juta. Ia mulai berangkat dari rumah pada pukul 05.00 WIB dan biasanya selesai berjualan sekitar pukul 10.00 WIB.

Varian yang dijual pun cukup beragam, mulai dari roti pandan, roti ubi ungu, hingga roti original. Variasi ini membantu menarik minat pembeli yang datang ke CFD dengan selera berbeda-beda.

Modal Dan Operasional

Usaha makanan di CFD umumnya tidak membutuhkan peralatan rumit pada tahap awal. Pelaku usaha dapat memulai dengan sistem kemitraan atau mengambil stok dari pemasok agar proses produksi lebih efisien.

Skema ini memberi keuntungan dari sisi waktu, karena penjual bisa langsung fokus pada pemasaran dan pelayanan. Bagi pelaku usaha baru, cara tersebut juga dapat mengurangi risiko produksi berlebih.

Jam operasional CFD yang singkat menuntut pedagang untuk disiplin dalam persiapan. Produk harus sudah siap sebelum pengunjung mulai ramai agar peluang penjualan tidak terlewat.

Selain modal barang, biaya transportasi dan perlengkapan jualan juga perlu diperhitungkan. Perencanaan yang rapi membantu pelaku usaha menjaga arus kas tetap sehat meski hanya berjualan beberapa jam.

Tips Menjual Di CFD

Pelaku usaha perlu memilih produk yang ringan, praktis, dan mudah dikonsumsi saat berada di area ramai. Kemasan yang rapi juga penting agar produk tetap menarik saat dibawa pulang oleh pembeli.

Promosi sederhana dapat dilakukan melalui media sosial sebelum hari pelaksanaan CFD. Cara ini membantu calon pembeli mengetahui lokasi, varian produk, dan jam jualan sejak awal.

Pelayanan yang cepat menjadi nilai tambah karena pengunjung CFD biasanya tidak ingin menunggu terlalu lama. Sikap ramah juga dapat mendorong pembeli untuk kembali pada pekan berikutnya.

Di tengah tingginya minat masyarakat pada CFD, ide usaha seperti roti kukus srikaya bisa menjadi pilihan yang realistis. Dengan modal terukur dan strategi yang tepat, kegiatan rutin akhir pekan ini dapat berubah menjadi peluang cuan yang menjanjikan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!