Car Free Day (CFD) setiap akhir pekan kerap dipadati masyarakat yang datang untuk berolahraga, berjalan santai, hingga mencari hiburan. Keramaian itu membuka peluang usaha yang menarik bagi pelaku bisnis kecil, terutama untuk produk yang mudah dibawa dan cepat terjual.
Salah satu contoh yang menonjol datang dari penjual roti kukus srikaya di CFD Teras Kota BSD, yang memanfaatkan padatnya pengunjung untuk meraih omzet harian. Dengan modal sekitar Rp 2 juta, usaha ini disebut dapat menghasilkan penjualan hingga dua kali lipat dari modal yang dikeluarkan.
Peluang Bisnis di CFD
CFD menjadi ruang yang efektif untuk menjangkau calon pembeli dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Situasi ini membuat pedagang lebih mudah menawarkan produk tanpa perlu biaya promosi yang besar.
Produk yang dijual di area CFD umumnya mengutamakan kepraktisan, rasa, dan harga yang terjangkau. Karena itu, makanan siap santap sering menjadi pilihan utama para pengunjung.
Selain untuk usaha utama, CFD juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan tambahan. Banyak pelaku usaha memilih berjualan pada hari tertentu agar tetap bisa menjalankan pekerjaan utama di hari lain.
Roti Kukus Srikaya Menarik
Roti kukus srikaya menjadi salah satu ide jualan yang dinilai cocok untuk CFD karena mudah dibawa dan disukai banyak kalangan. Teksturnya yang lembut dan rasa manisnya membuat produk ini relatif mudah diterima pasar.
Dzakia, penjual roti kukus srikaya dengan akun @rotisrikaya_mamaya, memanfaatkan CFD sebagai lokasi berjualan utama. Ia berangkat dari rumah pukul 05.00 WIB dan selesai berjualan sekitar pukul 10.00 WIB.
Varian yang ditawarkan meliputi roti pandan, roti ubi ungu, dan roti original. Dengan pilihan rasa yang beragam, produk tersebut mampu menarik pembeli dari berbagai usia.
Modal dan Omzet Penjualan
Menurut pengakuan Dzakia, modal awal yang ia keluarkan mencapai Rp 2 juta untuk mengambil produk dari supplier. Dari modal itu, ia membawa sekitar 800 potong roti untuk dijual di lokasi CFD.
Penjualan roti tersebut disebut dapat habis dalam satu sesi berjualan. Dalam kondisi tertentu, omzet yang diperoleh bahkan mencapai Rp 4 juta, atau sekitar dua kali lipat dari modal awal.
Contoh itu menunjukkan bahwa bisnis kecil bisa berkembang jika mampu membaca momentum keramaian. CFD menjadi salah satu tempat yang tepat untuk menguji permintaan pasar secara langsung.
Strategi Jualan Lebih Efektif
Pelaku usaha yang ingin berjualan di CFD perlu menyiapkan produk yang praktis, higienis, dan cepat disajikan. Faktor tersebut penting karena pengunjung biasanya bergerak aktif dan cenderung memilih pembelian yang tidak merepotkan.
Lokasi lapak juga berpengaruh besar terhadap jumlah pembeli yang datang. Semakin strategis posisi berjualan, semakin besar peluang produk dilirik oleh pengunjung yang melintas.
Selain itu, pengelolaan stok harus disesuaikan dengan durasi CFD agar tidak banyak sisa barang. Perencanaan sederhana seperti ini dapat membantu pedagang menjaga perputaran modal dan memaksimalkan keuntungan.
