Hari Raya Idul Adha identik dengan olahan daging kurban yang menggugah selera, mulai dari rendang hingga sate. Namun, sebelum diolah, daging perlu disimpan dengan cara yang benar agar kualitasnya tetap terjaga dan aman dikonsumsi.
Penanganan yang keliru dapat mempercepat pertumbuhan bakteri, memicu bau tidak sedap, dan meningkatkan risiko keracunan makanan. Karena itu, masyarakat perlu memahami langkah penyimpanan daging kurban yang tepat sejak daging diterima hingga masuk ke lemari pendingin atau freezer.
Simpan Daging Kurban Benar
Setelah daging kurban diterima, sebaiknya segera diproses tanpa menunggu terlalu lama di suhu ruang. Daging yang dibiarkan lebih dari dua jam berisiko menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.
Bila daging belum akan dimasak, segera masukkan ke wadah bersih yang tertutup rapat. Langkah ini membantu menjaga kebersihan sekaligus mencegah kontaminasi dari lingkungan sekitar.
Pengemasan juga perlu diperhatikan agar daging tidak terkena tetesan cairan dari bahan makanan lain. Gunakan wadah terpisah untuk setiap porsi agar lebih mudah saat akan digunakan kembali.
Jika jumlah daging cukup banyak, sebaiknya bagi menjadi beberapa bagian kecil sebelum disimpan. Cara ini memudahkan proses pembekuan dan mempercepat daging mencapai suhu dingin secara merata.
Pisahkan Daging dan Jeroan
Daging dan jeroan tidak disarankan disimpan dalam satu wadah yang sama. Pemisahan ini penting untuk mencegah perpindahan bakteri dan menjaga kebersihan bahan makanan.
Jeroan merah dan jeroan hijau juga sebaiknya ditempatkan pada wadah berbeda. Jeroan hijau, seperti usus dan babat, memiliki risiko kontaminasi lebih tinggi karena berhubungan langsung dengan saluran pencernaan hewan.
Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementan, drh Ira Firgorita, dalam webinar BPOM, menyarankan jeroan hijau direbus terlebih dahulu sebelum dibagikan. Langkah ini membantu menurunkan risiko mikroba yang masih menempel pada bahan tersebut.
Selain itu, proses pencucian juga harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak menyebarkan kotoran ke area dapur. Gunakan air bersih dan peralatan yang berbeda untuk mengolah daging serta jeroan.
Bekukan dengan Cara Tepat
Setelah dipisahkan, daging sebaiknya segera dimasukkan ke kulkas atau freezer. Pendinginan cepat membantu mempertahankan kesegaran dan memperlambat pertumbuhan bakteri.
Untuk penyimpanan jangka pendek, lemari pendingin cukup digunakan bila daging akan dimasak dalam waktu dekat. Sementara itu, freezer lebih tepat dipilih jika daging baru akan diolah beberapa hari kemudian.
Sebelum dibekukan, pastikan daging sudah dibagi dalam porsi yang sesuai kebutuhan memasak. Dengan begitu, daging tidak perlu dicairkan berulang kali, karena proses itu dapat menurunkan kualitasnya.
Gunakan wadah atau plastik khusus makanan yang bersih dan rapat agar daging tidak terpapar udara terlalu lama. Penyimpanan yang baik juga membantu mencegah daging menyerap bau dari bahan makanan lain di dalam kulkas.
Cek Kelayakan Sebelum Masak
Ketika daging akan digunakan, periksa terlebih dahulu kondisi fisiknya secara cermat. Daging yang berubah warna, berlendir, atau berbau menyengat sebaiknya tidak dikonsumsi.
Proses pencairan daging beku sebaiknya dilakukan di lemari pendingin, bukan di suhu ruang. Cara ini lebih aman karena suhu dingin membantu menekan pertumbuhan bakteri selama daging mencair.
Setelah cair, daging perlu segera dimasak agar tidak kembali berada terlalu lama di luar pendingin. Semakin cepat diolah, semakin kecil risiko penurunan mutu dan keamanan pangan.
Dengan penanganan yang tepat, daging kurban dapat tetap lezat sekaligus aman dikonsumsi oleh keluarga. Kebiasaan sederhana dalam menyimpan dan mengolah daging akan sangat menentukan kualitas hidangan di rumah.
