Cara Mengenali Lele Segar Saat Membeli di Pasar

Lifestyle Clara Monica 25 Mei 2026 18:11 WIB 2
Cara Mengenali Lele Segar Saat Membeli di Pasar

Memilih lele di pasar kerap dianggap sederhana, padahal kualitas ikan menentukan rasa, tekstur, dan keamanan konsumsi. Banyak pembeli hanya melihat harga atau ukuran, lalu melewatkan tanda-tanda penting pada kondisi ikan.

Anggapan bahwa lele yang bagus selalu tetap lurus saat digoreng juga tidak sepenuhnya bisa dijadikan patokan. Pakar budidaya perikanan IPB University, Dr Ir Cecilia Eny Indriastuti, M.Si, menilai kualitas lele sebaiknya dilihat dari kondisi fisik, warna, aroma, dan teksturnya.

Ciri Lele Segar

Lele segar umumnya memiliki tubuh yang proporsional, dengan kepala yang tidak terlalu besar dan bentuk badan yang panjang. Ikan yang tampak buntet atau terlalu kurus perlu diwaspadai karena bisa menandakan kondisi pemeliharaan yang kurang baik.

Cecilia menjelaskan, daging lele yang baik terasa tebal dan tidak kempis saat ditekan. Konsumen sebaiknya memilih ikan yang tampak berisi, karena kualitas daging biasanya lebih baik dan lebih enak saat dimasak.

Warna tubuh juga menjadi petunjuk penting dalam menilai kesegaran lele. Lele yang baik biasanya berwarna hitam cerah dan tampak merata, bukan pucat atau belang-belang.

Selain itu, lele segar tidak memiliki luka, bagian tubuh yang rusak, atau cacat lain yang mencolok. Jika ada bagian yang tampak tidak normal, kualitas ikan patut dipertanyakan sebelum dibeli.

Warna Lele Menentukan Mutu

Warna hitam cerah sering menjadi tanda bahwa lele berada dalam kondisi yang sehat. Sebaliknya, warna yang kusam dapat mengindikasikan ikan stres, kurang terawat, atau tidak lagi segar.

Perubahan warna pada tubuh lele juga bisa dipengaruhi oleh lingkungan pemeliharaan. Namun, bagi konsumen, tampilan yang bersih dan seragam tetap menjadi indikator awal yang mudah dikenali di pasar.

Lele yang tampak pucat sebaiknya tidak langsung dipilih meski harganya lebih murah. Konsumen perlu membandingkan beberapa ekor sekaligus agar bisa melihat mana ikan yang kondisinya paling baik.

Penjual yang menjaga kebersihan lapak biasanya juga lebih mudah dipercaya. Ikan yang tersimpan dengan baik, terlindung dari panas, dan tidak dibiarkan terlalu lama umumnya memiliki mutu yang lebih terjaga.

Tekstur Dan Aroma Ikan

Tekstur daging menjadi faktor lain yang tidak boleh diabaikan saat membeli lele. Ikan segar biasanya terasa kenyal ketika disentuh, bukan lembek atau mudah hancur.

Aroma juga dapat membantu pembeli mengenali kualitas lele. Lele yang baik tidak mengeluarkan bau amis menyengat, melainkan aroma yang masih wajar sebagai ikan segar.

Jika ikan terasa licin berlebihan dan baunya tajam, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa kesegarannya menurun. Dalam situasi seperti ini, pembeli sebaiknya lebih berhati-hati sebelum memutuskan membeli.

Memeriksa tekstur dan aroma akan membantu konsumen menghindari lele yang berisiko kurang layak konsumsi. Langkah sederhana ini dapat membuat belanja di pasar menjadi lebih aman dan lebih efisien.

Tips Aman Saat Membeli

Selain melihat ciri fisik, konsumen perlu memperhatikan cara ikan disimpan oleh penjual. Lele yang ditempatkan di wadah bersih dan terjaga suhunya biasanya memiliki peluang lebih baik untuk tetap segar.

Pembeli juga sebaiknya tidak tergesa-gesa saat memilih, karena pemeriksaan singkat bisa mencegah kesalahan. Membandingkan ukuran, warna, dan kondisi tubuh beberapa ekor lele akan membantu mendapatkan pilihan terbaik.

Jika memungkinkan, konsumen dapat bertanya kepada penjual mengenai asal ikan dan waktu pasokan terakhir. Informasi tersebut bisa menjadi tambahan pertimbangan untuk memastikan lele yang dibeli masih segar.

Dengan memperhatikan bentuk tubuh, warna, tekstur, dan aroma, masyarakat bisa lebih yakin saat memilih lele di pasar. Cara ini membuat pembelian lebih tepat, sekaligus mendukung konsumsi ikan yang lebih aman dan berkualitas.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!