Banyak orang memilih memotong buah sebelum disimpan di kulkas karena dianggap lebih praktis saat hendak dikonsumsi. Namun, cara penyimpanan ini ternyata dapat memengaruhi kualitas buah, mulai dari tekstur, rasa, hingga ketahanannya selama penyimpanan.
Sejumlah penelitian menunjukkan buah utuh cenderung lebih lama bertahan dibanding buah yang sudah dipotong. Hal ini terjadi karena kulit buah masih berfungsi sebagai pelindung alami, sedangkan buah potong lebih cepat mengalami penurunan mutu akibat paparan udara dan mikroorganisme.
Buah Utuh Lebih Awet
Kulit buah memiliki peran penting sebagai lapisan pelindung alami. Lapisan ini membantu menjaga kadar air tetap stabil dan mengurangi paparan dari luar.
Selama kulit masih utuh, proses perubahan di dalam buah berlangsung lebih lambat. Karena itu, tekstur, rasa, dan kesegaran buah umumnya lebih terjaga saat disimpan di kulkas.
Penelitian di jurnal Horticulturae tahun 2024 menunjukkan buah utuh memiliki laju respirasi lebih rendah dibanding buah potong. Kondisi ini membuat proses penurunan kualitas berjalan lebih pelan selama penyimpanan.
Dampak Buah Yang Dipotong
Begitu buah dipotong, bagian dalamnya langsung terbuka. Keadaan ini membuat jaringan buah lebih cepat terpapar oksigen dan lingkungan luar.
Kontak dengan udara memicu proses oksidasi dan perubahan warna. Pada beberapa buah, seperti apel, perubahan ini terlihat jelas karena permukaan cepat kecokelatan.
Penelitian di Journal of Agricultural and Food Chemistry menunjukkan buah potong lebih cepat kehilangan kesegaran meski disimpan di kulkas. Selain itu, vitamin yang sensitif terhadap udara, terutama vitamin C, juga dapat menurun secara bertahap.
Risiko Oksidasi Dan Air
Permukaan buah yang terbuka langsung bereaksi dengan oksigen. Reaksi ini dapat memengaruhi warna, aroma, dan rasa buah dalam waktu singkat.
Buah potong juga lebih cepat kehilangan air. Akibatnya, tekstur yang semula segar dan juicy bisa berubah menjadi lebih lembek atau berair di permukaan.
Pada beberapa jenis buah, cairan yang keluar juga membuat permukaan terasa lengket. Kondisi ini membuat buah tampak kurang segar dan menurunkan daya tarik saat akan disajikan.
Kontaminasi Lebih Mudah Terjadi
Proses memotong buah ikut meningkatkan aktivitas enzim di dalam jaringan buah. Enzim tersebut berperan dalam perubahan warna, pelunakan jaringan, dan penurunan rasa.
Selain itu, pemotongan membuka peluang kontaminasi dari pisau, tangan, dan wadah penyimpanan. Jika kebersihan kurang terjaga, mikroorganisme lebih mudah berkembang pada permukaan buah yang terbuka.
Review di jurnal Horticulturae tahun 2024 menjelaskan buah potong lebih rentan karena jaringan terbuka menjadi tempat yang mudah bagi pertumbuhan bakteri. Karena itu, menyimpan buah dalam kondisi utuh umumnya lebih disarankan jika tidak segera dikonsumsi.
