Bisnis Laundry Indonesia Menguat di Tengah Tren Pertumbuhan

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 26 Mei 2026 14:29 WIB 2
Bisnis Laundry Indonesia Menguat di Tengah Tren Pertumbuhan

Sektor bisnis laundry atau penatu di Indonesia tengah berada pada momentum pertumbuhan yang dinilai strategis. CEO Apique Group, Apik Primadya, menyampaikan pandangan itu dalam Laundry Innovation Day 2025 yang digelar di Jakarta pada Sabtu, 1 November 2025. Ajang yang mengusung tema Laundry Business Outlook 2026 itu menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk membaca arah pasar berikutnya. Menurut Apik, pertumbuhan kawasan Asia Tenggara membuka peluang baru bagi industri laundry di Indonesia.

Apik menjelaskan, pasar penatu di Asia Tenggara tumbuh pesat dengan compound annual growth rate atau CAGR sebesar 9,1 persen pada periode 2025-2030. Di kawasan Asia Pasifik, model laundromat atau self-service telah mencapai 18.000 outlet pada 2024, meningkat 60 persen dalam empat tahun terakhir. Indonesia disebut menjadi salah satu negara dengan adopsi laundromat tertinggi, bersaing dengan Thailand dan Singapura. Kondisi itu menunjukkan bahwa industri laundry tidak lagi dipandang sebagai usaha pelengkap, melainkan sektor yang memiliki prospek bisnis kuat.

Prospek Laundry Menguat

Apik menilai pertumbuhan industri laundry didorong oleh perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan. Mobilitas yang tinggi membuat layanan penatu semakin dibutuhkan oleh konsumen yang mengutamakan kecepatan dan kepraktisan. Perubahan tersebut menciptakan permintaan yang lebih stabil bagi pelaku usaha. Dalam pandangannya, pasar laundry kini bergerak dari layanan tradisional menuju model bisnis yang lebih modern.

Ia menambahkan bahwa adopsi laundromat di Indonesia berkembang seiring meningkatnya familiaritas masyarakat terhadap layanan mandiri. Konsep ini dinilai relevan bagi konsumen muda yang terbiasa dengan layanan digital dan efisiensi waktu. Selain itu, model usaha tersebut memungkinkan pelaku bisnis memperluas jangkauan tanpa bergantung penuh pada tenaga kerja manual. Tren ini membuat laundry semakin menarik bagi investor dan pengusaha baru.

Momentum tersebut juga didukung oleh peluang ekspansi di berbagai kota besar dan kawasan penyangga. Pertumbuhan hunian vertikal, kawasan perkantoran, dan pusat aktivitas komersial ikut mendorong kebutuhan layanan laundry yang konsisten. Pelaku usaha yang mampu membaca perubahan perilaku konsumen berpeluang memperoleh pasar yang lebih luas. Dengan demikian, industri laundry dipandang masih memiliki ruang tumbuh yang besar di Indonesia.

Strategi Hijau Jadi Andalan

Di acara itu, Apik juga memaparkan pendekatan green ocean strategy yang tengah dijalankan perusahaannya. Strategi ini merupakan perpaduan antara inovasi bisnis dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Fokusnya tidak hanya pada pertumbuhan pendapatan, tetapi juga pada keberlanjutan operasional. Pendekatan tersebut menjadi pembeda di tengah kompetisi usaha laundry yang semakin padat.

Menurut Apik, strategi hijau menekankan kolaborasi, digitalisasi, dan efisiensi energi. Tiga unsur itu dianggap penting untuk menekan biaya operasional sekaligus menjaga kualitas layanan. Pemanfaatan teknologi juga membantu proses kerja menjadi lebih terukur dan transparan. Dalam jangka panjang, efisiensi yang baik dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha.

Ia menilai keberlanjutan tidak bisa lagi diposisikan sebagai pelengkap, melainkan bagian inti dari model bisnis. Konsumen kini semakin memperhatikan aspek ramah lingkungan dalam memilih layanan. Karena itu, pelaku usaha laundry dituntut beradaptasi agar tetap relevan. Strategi yang berorientasi hijau diyakini mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus berubah.

Laundry Innovation Day Menarik

Laundry Innovation Day with Expo Laundry 2025 digelar pada 31 Oktober hingga 1 November 2025. Berbeda dari edisi sebelumnya, penyelenggaraan tahun ini dibuat lebih interaktif. Konsep itu dirancang agar peserta bisa berinteraksi langsung dengan pelaku industri dan pengisi acara. Pendekatan tersebut membuat forum ini lebih hidup dan informatif bagi pengunjung.

Acara ini juga menjadi ruang pertemuan bagi pelaku usaha, penyedia teknologi, dan calon investor. Mereka dapat bertukar pengalaman terkait tren pasar, inovasi layanan, dan tantangan operasional. Dalam forum seperti ini, pelaku industri memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang arah bisnis ke depan. Interaksi semacam itu penting untuk memperkuat ekosistem laundry nasional.

Melalui forum tersebut, isu efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan dibahas secara lebih mendalam. Para peserta mendapatkan kesempatan melihat praktik terbaik yang dapat diterapkan dalam usaha masing-masing. Keterlibatan berbagai pihak membuat acara ini dinilai relevan bagi perkembangan industri. Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa bisnis laundry kian dilihat sebagai sektor serius.

Tiket Ludes Sebulan

Tingginya minat terhadap acara ini tercermin dari penjualan tiket yang dibatasi hanya 300 buah. Seluruh tiket dilaporkan habis dalam waktu satu bulan sebelum acara digelar. Kondisi itu menunjukkan besarnya antusiasme pelaku usaha terhadap perkembangan industri laundry. Minat tersebut juga menandakan bahwa topik ini memiliki relevansi tinggi di kalangan peserta.

Menurut Apik, pembatasan jumlah tiket dilakukan untuk menjaga kualitas interaksi selama acara. Dengan jumlah peserta yang lebih terkendali, diskusi dapat berlangsung lebih fokus dan efektif. Format seperti ini dianggap lebih cocok untuk forum berbasis pertukaran gagasan dan pengalaman. Hasilnya, peserta dapat menyerap materi dengan lebih optimal.

Antusiasme yang tinggi memberi sinyal positif terhadap masa depan bisnis laundry di Indonesia. Pasar yang berkembang, perubahan perilaku konsumen, dan dorongan inovasi membuat sektor ini semakin kompetitif. Bagi pelaku usaha, tantangan ke depan adalah menjaga efisiensi sekaligus membangun bisnis yang berkelanjutan. Jika mampu beradaptasi, industri laundry berpeluang menjadi salah satu sektor jasa yang terus bertahan dan tumbuh.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!