Bisnis Laundry Indonesia Dinilai Masih Bertumbuh

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 24 Mei 2026 18:12 WIB 13
Bisnis Laundry Indonesia Dinilai Masih Bertumbuh

Sektor bisnis laundry atau penatu di Indonesia dinilai tengah berada pada momentum pertumbuhan yang strategis. Pandangan itu disampaikan CEO Apique Group, Apik Primadya, dalam Laundry Innovation Day 2025 yang digelar di Jakarta pada 31 Oktober hingga 1 November 2025.

Ajang yang memasuki gelaran kedua tersebut mengusung tema Laundry Business Outlook 2026 dan menyoroti prospek industri penatu di tengah perubahan perilaku konsumen. Apik menilai pasar laundromat dan layanan laundry modern di kawasan Asia Tenggara terus berkembang, didorong oleh kebutuhan efisiensi dan gaya hidup urban.

Prospek Bisnis Laundry

Apik menyebut pasar penatu di Asia Tenggara tumbuh pesat dengan compound annual growth rate atau CAGR sebesar 9,1 persen pada periode 2025-2030. Angka itu menunjukkan adanya peluang ekspansi yang masih terbuka lebar bagi pelaku usaha.

Ia menjelaskan, model laundromat self-service telah mencapai 18.000 outlet di Asia Pasifik pada 2024. Jumlah tersebut naik 60 persen dalam empat tahun terakhir, menandakan minat pasar yang terus menguat.

Indonesia disebut sebagai salah satu negara dengan adopsi laundromat tertinggi di kawasan. Posisi itu membuat pelaku usaha domestik berpeluang menangkap permintaan layanan yang lebih modern, praktis, dan terukur.

Menurut Apik, momentum ini perlu dimanfaatkan dengan membaca kebutuhan pasar secara tepat. Pelaku usaha yang mampu menyesuaikan model layanan dengan perilaku konsumen dinilai punya ruang pertumbuhan yang menjanjikan.

Strategi Green Ocean Laundry

Dalam paparannya, Apik mengungkapkan fokus bisnis laundry yang ia jalankan melalui pendekatan green ocean strategy. Konsep ini memadukan inovasi bisnis dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Strategi tersebut menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari model usaha, bukan sekadar pelengkap. Dengan pendekatan ini, bisnis laundry diharapkan tetap kompetitif sekaligus lebih efisien dalam penggunaan sumber daya.

Apik menilai kolaborasi antar pelaku usaha menjadi unsur penting dalam pengembangan industri. Kolaborasi memungkinkan berbagi pengetahuan, teknologi, dan praktik operasional yang lebih baik.

Selain itu, tanggung jawab lingkungan dipandang semakin relevan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap efisiensi energi. Pelaku bisnis yang mengadopsi prinsip ini dinilai berpotensi membangun citra usaha yang lebih kuat.

Digitalisasi Operasional Laundry

Apik juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan bisnis laundry. Teknologi dinilai membantu pelaku usaha meningkatkan akurasi layanan, mempercepat proses, dan mengurangi biaya operasional.

Melalui sistem digital, pengusaha dapat memantau transaksi, mengelola pelanggan, dan mengatur proses kerja secara lebih efektif. Langkah ini juga membuat bisnis lebih adaptif terhadap perubahan permintaan pasar.

Efisiensi energi turut menjadi perhatian karena biaya operasional menjadi salah satu komponen utama dalam usaha laundry. Penggunaan mesin hemat energi dan sistem kerja yang terukur dinilai dapat meningkatkan daya saing.

Apik menilai integrasi antara teknologi dan efisiensi akan menentukan ketahanan bisnis di masa depan. Pengusaha laundry yang bergerak cepat dalam adopsi teknologi diyakini lebih siap menghadapi persaingan.

Peluang Pasar Penatu

Laundry Innovation Day with Expo Laundry 2025 digelar pada 31 Oktober hingga 1 November 2025 dengan konsep yang lebih interaktif. Perubahan format ini ditujukan agar pelaku usaha dan peserta bisa memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan inovasi industri.

Antusiasme peserta terlihat dari penjualan tiket yang dibatasi hanya 300 lembar. Seluruh tiket tersebut habis terjual satu bulan sebelum acara berlangsung.

Menurut Apik, respons itu menunjukkan tingginya minat terhadap peluang bisnis laundry di Indonesia. Minat tersebut juga menjadi sinyal bahwa industri penatu semakin dipandang sebagai sektor usaha yang serius dan prospektif.

Ke depan, kombinasi antara inovasi, keberlanjutan, dan digitalisasi diperkirakan menjadi kunci pertumbuhan sektor ini. Jika didukung strategi yang tepat, bisnis laundry berpotensi terus berkembang mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat perkotaan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!