Biblical Diet Viral di Media Sosial, Ini Penjelasannya

Lifestyle Nadia Safira Putri 23 Mei 2026 07:07 WIB 7
Biblical Diet Viral di Media Sosial, Ini Penjelasannya

Belakangan ini, tren diet kembali berubah arah, dari intermittent fasting hingga clean eating, lalu kini muncul pola makan baru bernama biblical diet. Pola makan ini ramai diperbincangkan di media sosial karena menggabungkan makanan sehat, kesederhanaan, dan nilai spiritual dalam satu gaya hidup.

Berdasarkan laporan Oddity Central, biblical diet adalah pola makan yang merujuk pada makanan yang disebut dalam Alkitab. Tren ini menyebar luas melalui konten influencer di TikTok, Instagram, dan Facebook, lalu menarik minat banyak orang yang mencari diet lebih alami.

Biblical Diet dan Konsepnya

Biblical diet berfokus pada makanan alami yang minim proses, seperti ikan, roti, buah-buahan, sayuran, madu, biji-bijian, dan minyak zaitun. Pola makan ini menempatkan bahan pangan sederhana sebagai pilihan utama dalam konsumsi harian.

Di sisi lain, makanan ultra-proses dan produk dengan banyak bahan tambahan cenderung dihindari. Pendekatan ini membuat biblical diet kerap dipandang lebih bersih dan lebih dekat dengan pola makan tradisional.

Popularitasnya tidak hanya datang dari aspek kesehatan, tetapi juga dari kedekatan dengan nilai keagamaan. Bagi sebagian pengikutnya, makanan dipahami sebagai bagian dari ibadah dan bentuk kepedulian terhadap tubuh.

Karena mudah dipahami dan tampil menarik di media sosial, pola makan ini cepat menjadi bahan perbincangan. Banyak pengguna internet menilai biblical diet sebagai alternatif yang sederhana dibandingkan diet modern lain yang lebih ketat.

Tokoh yang Mengangkat Tren

Salah satu sosok yang memopulerkan tren ini adalah Kayla Bundy, influencer berusia 27 tahun asal TikTok. Ia memiliki lebih dari 500 ribu pengikut dan rutin membagikan konten tentang pola makan biblical diet.

Kayla mengaku telah menjalani pola makan tersebut selama delapan tahun. Ketertarikannya muncul setelah ia memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi tokoh-tokoh dalam Alkitab.

Menurut Kayla, makanan bukan sekadar kebutuhan tubuh, melainkan juga bagian dari cara menjaga kesehatan dan spiritualitas. Pandangan itu membuat kontennya mudah diterima oleh audiens yang mencari pendekatan diet lebih personal.

Dari popularitas yang berkembang di media sosial, Kayla juga menjadikan tren ini sebagai sumber pendapatan. Ia menjual panduan digital tentang superfood ala biblical diet dan membuka sesi konsultasi berbayar.

Peran Influencer Lain

Selain Kayla, ada Abbie Stasior, ahli gizi asal Nashville yang sering mengaitkan pola makan sehat dengan ayat-ayat Alkitab. Ia kerap menggunakan contoh kisah sarapan roti dan ikan yang disantap Yesus bersama para muridnya.

Dalam penjelasannya, contoh tersebut dianggap sebagai kombinasi karbohidrat dan protein yang seimbang. Cara ini membuat pesan nutrisi lebih mudah dipahami oleh pengikutnya di media sosial.

Nama lain yang ikut mendorong popularitas tren ini adalah Annalies Xaviera, seorang ibu rumah tangga dengan ratusan ribu pengikut di Facebook. Kontennya banyak menampilkan makanan lokal, alami, dan tidak diproses.

Ia juga menambahkan doa serta kutipan ayat Alkitab dalam setiap unggahan. Kombinasi itu membuat biblical diet terlihat bukan hanya sebagai pola makan, tetapi juga sebagai bagian dari kebiasaan harian yang lebih religius.

Catatan Ahli Gizi

Meski konsep biblical diet sebenarnya sudah lama ada, pamornya kembali naik karena dorongan media sosial. Banyak pengguna tertarik karena pola ini dinilai lebih sederhana dan lebih alami dibandingkan diet lain.

Namun, para ahli tetap mengingatkan bahwa diet yang baik harus memperhatikan keseimbangan nutrisi tubuh. Pemilihan makanan tidak cukup hanya berdasarkan tren, tetapi juga harus sesuai kebutuhan masing-masing individu.

Konsumsi makanan bergizi lengkap, termasuk protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral, tetap menjadi dasar utama. Tanpa keseimbangan itu, pola makan sehat dapat kehilangan manfaat yang seharusnya diperoleh tubuh.

Karena itu, siapa pun yang ingin mencoba biblical diet disarankan memahami kondisi kesehatannya terlebih dahulu. Pendekatan yang tepat akan membuat diet lebih aman, berkelanjutan, dan tidak sekadar mengikuti viralitas di media sosial.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!