Biblical Diet Viral di Media Sosial, Ini Isi Polanya

Lifestyle Anindya Kirana Putri 26 Mei 2026 00:52 WIB 3
Biblical Diet Viral di Media Sosial, Ini Isi Polanya

Tren biblical diet tengah ramai dibicarakan di media sosial, setelah banyak kreator konten mengunggah pola makan yang disebut terinspirasi dari Alkitab. Diet ini menarik perhatian karena tidak hanya menonjolkan makanan alami, tetapi juga dikaitkan dengan nilai spiritual dan keagamaan.

Mengutip Oddity Central, biblical diet berfokus pada makanan yang disebut dalam Alkitab, seperti ikan, roti, buah-buahan, sayuran, madu, biji-bijian, dan minyak zaitun. Popularitasnya meningkat lewat TikTok, Instagram, dan Facebook, sementara para ahli tetap menekankan pentingnya keseimbangan nutrisi dalam setiap pola makan.

Biblical Diet dan Asal-usul

Biblical diet merupakan pola makan yang terinspirasi dari jenis makanan yang disebut dalam kitab suci. Konsep ini menekankan bahan pangan alami dan minim proses, sehingga dianggap lebih dekat dengan gaya hidup sederhana.

Tren tersebut kembali naik daun karena banyak dibagikan oleh influencer di media sosial. Konten yang menampilkan makanan sehat, doa, dan kutipan ayat membuat pola makan ini terasa berbeda dari diet populer lainnya.

Di balik viralnya, biblical diet sejatinya bukan konsep baru. Pola makan ini sudah lama dikenal di kalangan tertentu, namun baru mendapat sorotan luas berkat algoritma media sosial.

Daya tarik utamanya terletak pada kombinasi antara kesehatan dan spiritualitas. Banyak pengikutnya menilai pola ini bukan sekadar diet, melainkan juga bentuk disiplin diri dalam keseharian.

Biblical Diet dan Menu Utama

Menu dalam biblical diet umumnya terdiri dari bahan pangan sederhana, seperti ikan, roti, sayuran, buah, madu, biji-bijian, dan minyak zaitun. Semua makanan itu dipilih karena dinilai lebih alami dan mudah dicerna tubuh.

Sebaliknya, makanan ultra-proses dan produk dengan bahan tambahan buatan cenderung dihindari. Pendekatan ini membuat biblical diet mirip dengan pola makan bersih yang sedang populer saat ini.

Sejumlah pengikut diet ini mengaku lebih nyaman karena menu hariannya terasa lebih ringan dan tidak rumit. Mereka juga menilai bahan makanan yang digunakan lebih mudah ditemukan di pasaran.

Meski begitu, pola makan ini tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang. Tanpa pengaturan yang tepat, pembatasan jenis makanan justru dapat mengurangi asupan gizi penting.

Biblical Diet di TikTok

Salah satu figur yang mempopulerkan tren ini adalah Kayla Bundy, influencer berusia 27 tahun di TikTok. Ia memiliki lebih dari 500 ribu pengikut dan kerap membagikan menu serta panduan makan ala biblical diet.

Kayla mengaku telah menjalani pola makan tersebut selama delapan tahun terakhir. Ketertarikannya muncul setelah memperhatikan makanan yang dikonsumsi tokoh-tokoh dalam Alkitab.

Popularitasnya di media sosial turut membuka peluang bisnis baru. Ia menjual panduan digital tentang superfood ala biblical diet dan menawarkan sesi konsultasi berbayar.

Selain Kayla, ada pula Annalies Xaviera, seorang ibu rumah tangga dengan ratusan ribu pengikut di Facebook. Kontennya menampilkan makanan lokal, alami, dan tidak diproses, disertai doa serta kutipan ayat Alkitab.

Biblical Diet dan Pandangan Ahli

Di sisi lain, para ahli tetap mengingatkan agar pola makan tidak hanya mengikuti tren. Kesehatan tubuh tetap bergantung pada asupan nutrisi yang seimbang dan sesuai kebutuhan.

Ahli gizi asal Nashville, Abbie Stasior, menjadi salah satu sosok yang sering mengaitkan makanan sehat dengan ayat-ayat Alkitab. Ia kerap mencontohkan kombinasi roti dan ikan sebagai sumber karbohidrat dan protein yang seimbang.

Para pakar menilai, inspirasi spiritual boleh saja menjadi motivasi, tetapi tidak boleh menggantikan prinsip gizi yang benar. Konsumsi makanan bergizi lengkap tetap menjadi dasar utama dalam menjaga kebugaran tubuh.

Dengan demikian, biblical diet bisa menjadi pilihan gaya hidup selama dijalankan secara bijak. Kuncinya terletak pada keseimbangan, pemahaman gizi, dan penyesuaian dengan kondisi kesehatan masing-masing.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!