BI Tegaskan Cadangan Devisa Tetap Kuat di Tengah Tekanan Rupiah

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 22 Mei 2026 07:10 WIB 7
BI Tegaskan Cadangan Devisa Tetap Kuat di Tengah Tekanan Rupiah

Bank Indonesia (BI) menegaskan posisi cadangan devisa Indonesia masih berada pada level yang kuat dan memadai pada akhir April 2026. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons penjelasan Gubernur Perry Warjiyo mengenai langkah operasi stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar global.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyebut cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$ 146,2 miliar. Menurut dia, posisi tersebut tetap mampu mendukung ketahanan eksternal, menjaga stabilitas makroekonomi, dan memperkuat sistem keuangan nasional.

Posisi Cadangan Devisa

Ramdan menjelaskan, cadangan devisa pada akhir April 2026 setara dengan sekitar 114 persen dari ukuran kecukupan cadangan devisa berdasarkan standar internasional IMF. Angka itu menunjukkan ketahanan eksternal Indonesia masih tergolong kuat.

Ia menegaskan BI terus mengelola cadangan devisa secara terukur. Kebijakan itu diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mempertahankan kepercayaan pasar.

Di sisi lain, pengelolaan cadangan devisa juga ditujukan untuk memperkuat daya tahan perekonomian nasional. Langkah tersebut ditempuh di tengah tingginya ketidakpastian global.

Langkah Stabilisasi Rupiah

Sebelumnya, Perry Warjiyo memaparkan berbagai langkah yang ditempuh BI untuk menahan tekanan terhadap rupiah di depan anggota DPR RI. Ia menyebut stabilisasi yang dilakukan saat ini sudah berada pada tahap yang sangat agresif.

Perry mengatakan BI meningkatkan intervensi valas secara besar-besaran di pasar domestik maupun luar negeri. Langkah itu diambil untuk meredam gejolak nilai tukar di tengah tekanan eksternal.

Menurut Perry, kebijakan tersebut membuat cadangan devisa turun sekitar US$ 10 miliar. Namun, penurunan itu belum sepenuhnya mencerminkan seluruh intervensi karena sebagian besar dilakukan melalui instrumen swap dan hedging.

Strategi Intervensi BI

Perry menjelaskan, lebih dari dua pertiga intervensi dilakukan melalui swap dan hedging agar cadangan devisa tidak terkuras seluruhnya. Dengan demikian, tekanan terhadap posisi devisa dapat dikelola secara lebih hati-hati.

Ia menegaskan bahwa intervensi tunai hanya menjadi sebagian kecil dari total langkah stabilisasi. Strategi tersebut dipilih untuk menjaga ruang kebijakan BI tetap memadai.

Langkah itu juga ditujukan untuk memastikan pasar tetap memiliki keyakinan terhadap kemampuan BI menjaga stabilitas rupiah. Dalam situasi global yang tidak menentu, kepercayaan pasar dinilai menjadi faktor penting.

Level Masih Memadai

BI sebelumnya mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 sebesar US$ 146,2 miliar atau sekitar Rp 2.529 triliun. Jumlah itu dihitung dengan asumsi kurs Rp 17.300 per dolar AS.

Meski turun dari posisi bulan sebelumnya yang sebesar US$ 148,2 miliar, BI menilai level tersebut tetap aman. Penurunan itu masih berada dalam batas yang dapat ditoleransi untuk mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Dengan posisi cadangan devisa yang tetap tinggi, BI menilai ketahanan eksternal Indonesia masih terjaga. Kondisi ini menjadi modal penting untuk menghadapi risiko global yang masih sulit diprediksi.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!