BI Perluas Penggunaan Yuan untuk DHE SDA

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 25 Mei 2026 18:14 WIB 2
BI Perluas Penggunaan Yuan untuk DHE SDA

Bank Indonesia akan memperluas penggunaan mata uang dalam penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam atau DHE SDA, yang selama ini didominasi dolar Amerika Serikat. Kebijakan ini sejalan dengan meningkatnya transaksi perdagangan Indonesia dan China, sekaligus memberi opsi lebih luas bagi eksportir dalam mengelola dana di perbankan domestik.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan, perluasan tersebut didukung pendalaman pasar valuta asing domestik dan penguatan skema transaksi mata uang lokal. Ia menegaskan, yuan China kini sudah dapat digunakan di dalam negeri melalui mekanisme yang terus dikembangkan bersama perbankan dan otoritas terkait.

DHE SDA pakai yuan

Bank Indonesia memperluas mata uang penempatan DHE SDA dari yang semula hanya dolar AS menjadi non-USD. Salah satu mata uang yang didorong adalah yuan China, seiring eratnya hubungan dagang kedua negara. Perry Warjiyo menyampaikan hal itu dalam rapat bersama sejumlah asosiasi pengusaha di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurut Perry, kebijakan ini didukung oleh pendalaman pasar valas domestik yang semakin matang. Transaksi yuan kini sudah berjalan di dalam negeri melalui skema Local Currency Transaction atau LCT. Dengan begitu, pelaku usaha memiliki pilihan yang lebih fleksibel saat menempatkan devisa hasil ekspor.

BI menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat ekosistem transaksi valas domestik. Selain itu, perluasan mata uang diharapkan membuat eksportir lebih nyaman dalam menempatkan dan memanfaatkan dana hasil ekspor. Kebijakan ini juga disesuaikan dengan dinamika perdagangan internasional yang terus berubah.

Transaksi yuan meningkat

Perry menjelaskan, nilai transaksi LCT Indonesia-China terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Tahun lalu, nilainya tercatat lebih dari 25 miliar dolar AS per tahun. Sementara pada tahun berjalan, transaksi bulanan sudah mencapai sekitar 3,7 miliar dolar AS.

Angka tersebut menjadi sinyal bahwa penggunaan yuan di Indonesia semakin relevan. BI pun telah menjalin kerja sama dengan sejumlah bank dan bank sentral China agar transaksi dapat dilakukan langsung di dalam negeri. Skema ini mencakup transaksi spot, swap, hingga forward.

Dengan infrastruktur yang semakin siap, pelaku usaha dapat melakukan transaksi tanpa harus bergantung penuh pada dolar AS. BI menilai kondisi ini akan menekan hambatan transaksi dan memperkuat efisiensi perdagangan. Pada saat yang sama, diversifikasi mata uang dinilai dapat menambah stabilitas pasar valas domestik.

Tenor DHE SDA diperpanjang

Selain memperluas mata uang, BI juga memperpanjang tenor instrumen DHE SDA hingga 12 bulan. Kebijakan ini dirancang agar eksportir memperoleh ruang lebih besar dalam mengatur penempatan devisa hasil ekspor. Fleksibilitas tersebut diharapkan membantu dunia usaha dalam perencanaan keuangan.

Perry menyebut, perpanjangan tenor akan memudahkan eksportir memanfaatkan dana yang ditempatkan di perbankan domestik. Dengan jangka waktu yang lebih panjang, pengelolaan likuiditas menjadi lebih terukur. BI berharap langkah ini tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan pelaku usaha dan kepentingan nasional.

Di sisi lain, BI menegaskan dukungan penuh terhadap implementasi kebijakan DHE SDA. Tujuannya adalah memastikan devisa hasil ekspor benar-benar bisa dimanfaatkan untuk perekonomian nasional. Kebijakan ini juga diarahkan agar dunia usaha tetap mendapat manfaat yang optimal.

Bank penampung DHE SDA

Terkait penempatan DHE SDA di bank swasta, BI menetapkan sejumlah syarat yang ketat. Bank tersebut harus memiliki kerja sama internasional dan memenuhi kriteria yang ditetapkan otoritas. Persyaratan ini dimaksudkan agar layanan kepada eksportir tetap aman dan andal.

Perry menjelaskan, bank yang dipilih harus berukuran besar dan memiliki keterkaitan transaksi yang kuat. Selain itu, bank juga wajib memiliki manajemen risiko yang memadai untuk mendukung kebutuhan transaksi ekspor. Infrastruktur operasional menjadi faktor penting agar layanan dapat berjalan lancar.

BI menilai bank-bank Himbara maupun non-Himbara yang memiliki kerja sama internasional dapat berperan dalam kebijakan ini. Yang terpenting, bank tersebut harus berkualitas dan mampu memfasilitasi kebutuhan negara serta pelaku usaha. Dengan begitu, implementasi DHE SDA diharapkan berjalan efektif dan memberi dampak nyata bagi ekonomi nasional.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!