BGN Setop 1.738 SPPG, 28.390 Data MBG

Ekonomi Bisnis Dimas Rayyanza 13 Mei 2026 22:48 WIB 8
BGN Setop 1.738 SPPG, 28.390 Data MBG

Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan penghentian sementara sebanyak 1.738 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena tidak memenuhi standar higienitas dan keamanan yang ditetapkan.

Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas layanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan perlindungan penerima manfaat.

Data per 12 Mei 2026 menunjukkan total SPPG yang terdaftar mencapai 28.390 unit.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menyampaikan informasi tersebut dalam konferensi pers di Auditorium Kantor Bakom, Jakarta, pada Rabu, 13 Mei 2026.

Qodari menuturkan bahwa dari 28.390 SPPG, 15.735 telah memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) sebagai jaminan keamanan program MBG.

Menurutnya, penghentian sebagian SPPG ini merupakan bagian dari evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program agar manfaat tepat sasaran.

Target dan Pencapaian

Pemerintah menargetkan 82,9 juta penerima manfaat MBG.

Namun, pelaksanaan program tidak berjalan tanpa kendala.

Evaluasi berkelanjutan menjadi fokus untuk mencapai target secara adil.

Hingga 12 Mei 2026, total penerima mencapai 61.991.412 orang.

Persentase ini sekitar 71,8 persen dari target 82,9 juta.

Angka ini mencerminkan progres meski ada hambatan operasional.

Kendati capaiannya cukup berarti, pemerintah mengakui tantangan tetap ada.

Perbaikan tata kelola akan menekankan alokasi sumber daya dan distribusi yang lebih efisien.

Tujuan akhirnya adalah memastikan manfaat MBG tersalurkan secara tepat waktu dan aman.

Penguatan Tata Kelola

Penguatan dilakukan dari hulu ke hilir, mulai perencanaan hingga distribusi.

Peningkatan standar menu, seleksi mitra SPPG, SOP higienitas, serta mekanisme pelaporan menjadi fokus.

Langkah ini juga mencakup penanganan insiden dan peningkatan akuntabilitas.

Sistem pelaporan yang lebih transparan diharapkan mengurangi potensi kesalahan dan irregularitas.

Pemerintah menegaskan bahwa transparansi akan mempercepat respons terhadap kendala.

Publik dapat memantau progres pelaksanaan program secara lebih terbuka.

Qodari menegaskan manfaat MBG adalah sampai ke penerima secara aman, layak, dan konsisten.

Evaluasi berkala akan menjadi bagian dari proses pengawasan.

Peningkatan tata kelola dianggap kunci untuk meningkatkan kepercayaan publik.

Manfaat dan SLHS

Hingga saat ini, 15.735 SPPG telah memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

SLHS berfungsi untuk menjamin higienitas dan keamanan program MBG.

Kepatuhan terhadap standar higienitas diharapkan meningkatkan kualitas layanan.

Data menunjukkan penerima manfaat MBG mencapai 61.991.412 orang, setara sekitar 71,8 persen dari target 82,9 juta.

Pemerintah menyatakan progres ini menyeimbangkan antara cakupan dan kualitas layanan.

Kendala logistik serta higienitas tetap menjadi fokus perbaikan ke depan.

Pemerintah berharap transparansi pelaporan terus ditingkatkan.

Hasil evaluasi akan dipublikasikan secara berkala untuk menjaga akuntabilitas.

Akurasi data menjadi prioritas dalam menilai dampak program MBG.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!