Benarkah Susu Kental Manis Tak Mengandung Susu?

Lifestyle Nadia Safira Putri 25 Mei 2026 03:44 WIB 6
Benarkah Susu Kental Manis Tak Mengandung Susu?

Susu kental manis kembali menjadi sorotan publik setelah ramai dipertanyakan di media sosial karena rasa manisnya dinilai lebih dominan daripada rasa susu. Padahal, produk ini telah lama digunakan dalam kopi, roti bakar, martabak, dan aneka hidangan penutup di Indonesia.

Di tengah perdebatan tersebut, muncul pertanyaan apakah susu kental manis benar-benar mengandung susu atau hanya gula dengan cita rasa susu. Berdasarkan ketentuan pangan dan proses pembuatannya, produk ini masih termasuk olahan susu, meski komposisi gizinya berbeda dari susu segar.

Kandungan Susu Kental Manis

Tekstur kental pada susu kental manis terbentuk melalui proses evaporasi atau penguapan air. Saat susu dipanaskan perlahan, kadar air berkurang dan padatan susu menjadi lebih terkonsentrasi. Hasilnya, produk memiliki tekstur yang lebih padat dan terasa creamy.

Dalam proses pembuatan, gula ditambahkan bukan hanya untuk memberi rasa manis. Gula juga membantu menghambat pertumbuhan mikroorganisme sehingga produk lebih tahan selama penyimpanan. Karena itu, susu kental manis memiliki karakter yang berbeda dari susu cair biasa.

Peraturan BPOM Nomor 34 Tahun 2019 tentang Kategori Pangan menyebut susu kental manis sebagai produk susu dengan kadar lemak susu minimal 8 persen dan protein minimal 6,5 persen. Ketentuan ini sejalan dengan standar Codex Alimentarius untuk sweetened condensed milk. Artinya, produk ini tetap masuk kategori produk susu.

Definisi serupa juga pernah tercantum dalam Peraturan Kepala BPOM Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan. Aturan itu menjelaskan susu kental manis sebagai produk susu yang diperoleh dengan menghilangkan sebagian air dari campuran susu dan gula hingga mencapai tingkat kepekatan tertentu. Dengan dasar tersebut, klaim bahwa produk ini bukan susu tidak sepenuhnya tepat.

Gula Bukan Berarti Susu Hilang

Meski mengandung gula dalam jumlah relatif tinggi, kandungan susu di dalam susu kental manis tidak hilang. Protein susu, lemak susu, laktosa, dan sejumlah mineral alami tetap ada di dalamnya. Yang berubah adalah komposisi dan keseimbangan gizinya.

Rasa manis yang kuat sering membuat masyarakat mengira unsur susunya tidak lagi dominan. Dalam praktiknya, yang terjadi adalah karakter gula jauh lebih menonjol dibanding rasa susu. Karena itu, persepsi publik kerap tidak sama dengan fakta komposisinya.

Beberapa produk susu kental manis bahkan mencantumkan kandungan susu hingga 35 persen. Komposisi itu dapat terdiri atas susu skim bubuk, susu sapi segar, lemak susu, laktosa, dan buttermilk bubuk. Data tersebut memperlihatkan bahwa susu tetap menjadi bagian dari formulasi produk.

Dengan demikian, anggapan bahwa susu kental manis sama sekali tidak mengandung susu tidak sepenuhnya benar. Produk ini adalah olahan susu dengan tambahan gula, bukan pengganti susu segar. Pemahaman ini penting agar konsumen tidak salah menilai kandungan gizinya.

Cara Konsumsi yang Bijak

Susu kental manis tetap bisa dinikmati selama porsinya diperhatikan. Produk ini sering dipakai sebagai pelengkap rasa dalam makanan tradisional maupun minuman. Masalah muncul ketika konsumsinya berlebihan dan tidak memperhatikan takaran saji.

Membaca label gizi menjadi langkah penting sebelum mengonsumsi produk ini. Informasi pada kemasan membantu konsumen mengetahui jumlah gula dalam satu sajian. Dengan begitu, asupan harian bisa lebih terkontrol.

Jika digunakan untuk campuran kopi atau dessert, sebaiknya susu kental manis dipakai secukupnya. Penggunaan yang berlebihan dapat membuat rasa terlalu manis dan menambah asupan gula. Karena itu, porsi kecil sering kali sudah cukup untuk memberikan cita rasa yang diinginkan.

Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2021 juga melarang pernyataan atau visualisasi yang menempatkan susu kental manis sebagai hidangan tunggal berupa minuman susu atau satu-satunya sumber gizi. Ketentuan ini menegaskan bahwa produk tersebut tidak dirancang sebagai pengganti susu harian. Konsumen perlu memahami fungsi utamanya agar tidak keliru dalam penggunaan.

Pahami Aturan dan Label

Kesadaran membaca label pangan menjadi kunci untuk mengonsumsi susu kental manis secara lebih bijak. Informasi komposisi, takaran saji, dan kandungan gula dapat membantu konsumen membuat keputusan yang tepat. Langkah sederhana ini penting untuk menjaga pola makan sehari-hari.

Di sisi lain, aturan BPOM hadir untuk memberi batasan agar promosi produk tidak menyesatkan publik. Susu kental manis tidak boleh diposisikan seolah-olah setara dengan susu cair sebagai sumber gizi utama. Pemahaman terhadap regulasi membantu mencegah salah kaprah di masyarakat.

Produk ini tetap memiliki tempat dalam kuliner Indonesia selama digunakan sesuai kebutuhan. Namun, penggunaannya harus dibedakan dari susu yang memang ditujukan sebagai minuman bergizi harian. Perbedaan fungsi ini sering menjadi inti dari perdebatan yang muncul.

Pada akhirnya, susu kental manis adalah produk susu yang ditambah gula dan diproses hingga lebih kental. Kandungan susunya tetap ada, tetapi profil gizinya tidak sama dengan susu segar. Karena itu, konsumsi yang bijak menjadi pilihan paling aman dan masuk akal.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!