BEI Optimistis IHSG Menguat Usai Pidato KEM-PPKF 2027

Forex & Saham Kevin S. Pratama 25 Mei 2026 05:36 WIB 5
BEI Optimistis IHSG Menguat Usai Pidato KEM-PPKF 2027

Penjabat sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menanggapi pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026). Dalam pidato itu, Prabowo memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027, yang memuat target pertumbuhan ekonomi, inflasi, hingga nilai tukar rupiah.

Jeffrey menyatakan pihaknya optimistis terhadap prospek ekonomi nasional dan dampaknya ke pasar modal. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, disertai kemudahan berusaha dan investasi, berpeluang mendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG.

Prospek IHSG Menguat

Jeffrey menilai pidato fiskal Presiden Prabowo memberi sinyal positif bagi pelaku pasar. Ia mengatakan optimisme terhadap ekonomi nasional dapat menjadi penopang sentimen investasi di dalam negeri. Kondisi itu, menurut dia, turut membuka ruang bagi penguatan IHSG. Bursa berharap arah kebijakan yang konsisten dapat menjaga kepercayaan investor.

Di tengah perdagangan, IHSG tercatat mampu memangkas koreksinya. Indeks sempat melemah hingga 2,25 persen ke level 6.227,41 pada pukul 11.19 WIB. Namun, koreksi itu menyusut menjadi 0,60 persen ke level 6.332,17. Pergerakan tersebut menunjukkan masih adanya minat beli di pasar saham.

Jeffrey menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang positif akan membantu pasar modal bergerak lebih sehat. Ia menilai pelaku pasar cenderung merespons positif ketika pemerintah menunjukkan arah kebijakan yang jelas. Dalam pandangannya, stabilitas makro menjadi faktor penting bagi penguatan indeks. Karena itu, BEI melihat momentum ini sebagai peluang untuk memperkuat kepercayaan investor.

Target Ekonomi Prabowo

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menetapkan sejumlah target ekonomi untuk 2027. Pertumbuhan ekonomi dipatok pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen. Pemerintah juga menargetkan inflasi di level 1,5 persen sampai 3,5 persen. Sasaran tersebut disusun untuk menjaga momentum pertumbuhan nasional.

Selain itu, Prabowo menargetkan nilai tukar rupiah berada pada kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS. Ia menegaskan strategi fiskal dan moneter harus mampu menjaga stabilitas rupiah terhadap mata uang dunia. Menurutnya, kestabilan kurs menjadi salah satu fondasi utama bagi perekonomian. Target tersebut juga diharapkan memberi kepastian bagi dunia usaha.

Prabowo turut memaparkan asumsi lain dalam KEM-PPKF 2027. Tingkat bunga SUN 10 tahun ditetapkan pada kisaran 6,5 persen sampai 7,3 persen. Harga minyak mentah Indonesia atau ICP dipatok US$70 hingga US$95 per barel. Sementara itu, lifting minyak bumi dan gas bumi juga dicantumkan sebagai bagian dari arah kebijakan fiskal.

Dampak Ke Pasar Modal

Optimisme pemerintah terhadap ekonomi 2027 dinilai dapat memberi dorongan bagi pasar saham. Jika pertumbuhan ekonomi bergerak sesuai target, pendapatan perusahaan berpeluang ikut membaik. Kondisi tersebut biasanya berdampak positif pada kinerja emiten. Pasar juga cenderung lebih percaya diri dalam mengambil posisi investasi.

BEI melihat kebijakan yang mendukung investasi sebagai faktor penting bagi stabilitas IHSG. Semakin baik kepastian regulasi, semakin besar pula peluang arus dana masuk ke pasar modal. Investor domestik dinilai memiliki peran besar dalam menjaga ketahanan pasar. Hal ini menjadi relevan ketika volatilitas global masih tinggi.

Jeffrey menilai kombinasi pertumbuhan ekonomi, stabilitas rupiah, dan kemudahan investasi dapat menciptakan ruang penguatan yang lebih luas. Ia menekankan bahwa pasar modal membutuhkan sentimen fundamental yang kuat. Karena itu, arah kebijakan fiskal pemerintah akan terus dipantau pelaku pasar. Mereka berharap target yang diumumkan dapat diwujudkan secara konsisten.

Sentimen Investor Domestik

Investor domestik dinilai menjadi penentu penting dalam pergerakan IHSG. Saat keyakinan terhadap prospek ekonomi meningkat, minat terhadap saham biasanya ikut membaik. Kondisi itu dapat terlihat dari bertahannya transaksi di tengah koreksi pasar. Sentimen positif dari kebijakan pemerintah menjadi salah satu pemicunya.

Jeffrey menyebut pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi akan memperluas peluang bisnis di berbagai sektor. Perusahaan yang bergerak di sektor konsumsi, perbankan, hingga infrastruktur berpotensi memperoleh manfaat. Efek lanjutannya, kinerja emiten dapat membaik dan mendukung pergerakan indeks. Dengan demikian, pasar modal memiliki ruang tumbuh yang lebih sehat.

BEI berharap sinyal optimisme dari pemerintah dapat diikuti oleh realisasi kebijakan yang terukur. Konsistensi antara target dan implementasi akan menjadi perhatian investor. Jika hal itu terjaga, kepercayaan terhadap pasar saham berpeluang semakin kuat. Dalam jangka menengah, kondisi tersebut dapat membantu IHSG bergerak lebih stabil dan berdaya tahan.

Tag Terkait
#IHSG#BEI#RAPBN 2027

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!