BEI Dorong Perusahaan Ekraf Milik Artis Masuk Bursa Lewat IPO

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 02 Juni 2026 11:12 WIB 2
BEI Dorong Perusahaan Ekraf Milik Artis Masuk Bursa Lewat IPO

Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka peluang bagi perusahaan milik artis dan influencer di sektor ekonomi kreatif untuk melantai di bursa melalui initial public offering atau IPO. Langkah ini dibahas bersama Kementerian Ekonomi Kreatif untuk memperkuat pemahaman atas prospek dan struktur bisnis industri kreatif.

Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa kerja sama dengan Kementerian Ekraf diharapkan memudahkan pertukaran informasi antara bursa dan pelaku industri. Dengan begitu, perusahaan ekraf dapat menyiapkan diri lebih awal sebelum masuk ke pasar modal.

IPO Ekraf Jadi Sorotan

BEI menilai sektor ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk menjadi sumber emiten baru. Dorongan itu muncul seiring meningkatnya minat publik terhadap bisnis yang digerakkan oleh figur populer, termasuk artis dan influencer.

Jeffrey mengatakan bursa ingin memahami lebih jauh bagaimana industri kreatif membangun model bisnis dan menghasilkan pendapatan. Pemahaman itu dinilai penting agar calon perusahaan tercatat dapat dipetakan secara tepat.

Ia menambahkan, BEI terbuka untuk berdialog dengan berbagai pihak yang ingin mengenal pasar modal. Menurutnya, siapa pun yang memiliki minat, termasuk pelaku industri kreatif, dipersilakan datang dan belajar di bursa.

Kerja Sama Dengan Ekraf

Diskusi antara BEI dan Kementerian Ekraf diarahkan untuk membangun jembatan informasi yang lebih kuat. Kolaborasi ini diharapkan membantu bursa membaca karakter bisnis kreatif secara lebih akurat.

Jeffrey menegaskan bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya memperluas basis emiten. Dengan data yang lebih lengkap, BEI dapat menilai kesiapan perusahaan ekraf untuk melangkah ke IPO.

Bagi pelaku usaha, dukungan ini dapat menjadi pintu awal untuk memahami regulasi dan proses pencatatan saham. BEI melihat edukasi pasar modal sebagai langkah penting agar perusahaan kreatif tidak gagap saat mempersiapkan penawaran umum.

Calon Emiten Beraset Jumbo

Sebelumnya, BEI juga mengonfirmasi adanya rencana IPO dari sektor ekonomi kreatif yang disebut bergerak di bidang entertainment. Calon emiten tersebut disebut memiliki aset yang besar dan tengah menjadi perhatian di antrean pencatatan saham.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyebut perusahaan itu juga mengelola kebun binatang. Dari sisi penghimpunan dana, perusahaan tersebut dinilai berpotensi menjadi yang terbesar dibanding calon emiten lain yang sedang menunggu proses IPO.

Nyoman menilai bisnis yang dekat dengan pengalaman langsung masyarakat memiliki daya tarik tersendiri. Ia menyebut aset seperti kebun binatang memberi nilai edukasi sekaligus hiburan yang mudah dipahami publik.

Pasar Modal Buka Pintu

BEI melihat minat dari sektor kreatif sebagai sinyal bahwa pasar modal semakin terbuka bagi model bisnis nonkonvensional. Selama memenuhi ketentuan, perusahaan dari berbagai latar belakang usaha tetap berpeluang menjadi perusahaan tercatat.

Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa IPO tidak lagi hanya identik dengan sektor manufaktur, keuangan, atau energi. Industri kreatif kini mulai dipandang sebagai bagian penting dari pertumbuhan ekosistem investasi nasional.

Dengan dukungan edukasi, pendampingan, dan komunikasi yang intensif, BEI berharap semakin banyak perusahaan ekraf yang siap go public. Upaya ini pada akhirnya dapat memperluas pilihan investasi bagi masyarakat serta memperkuat pasar modal Indonesia.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!