Batuk Tak Kunjung Sembuh Ternyata Akibat Piercing di Paru-paru

Lifestyle Anindya Kirana Putri 25 Mei 2026 21:24 WIB 2
Batuk Tak Kunjung Sembuh Ternyata Akibat Piercing di Paru-paru

Batuk yang tidak kunjung sembuh sering dianggap sebagai keluhan biasa, padahal dalam kasus tertentu bisa menjadi tanda masalah serius di dalam tubuh. Hal itu dialami seorang wanita asal Spanyol, Monica Deyanira Cabrera Barajas, yang mengalami batuk terus-menerus selama sekitar satu bulan sebelum memeriksakan diri ke dokter.

Hasil pemeriksaan justru mengejutkan, karena rontgen menunjukkan adanya anting hidung atau septum piercing di dalam tubuhnya. Kondisi tersebut sempat membahayakan nyawanya lantaran benda asing itu berada sangat dekat dengan aorta, pembuluh darah utama tubuh.

Piercing di tubuh jadi ancaman

Deyanira awalnya tidak menyadari bahwa piercing miliknya hilang. Ia menduga bagian kecil anting itu terlepas saat dirinya tidur telentang.

Tanpa disadari, benda tersebut diduga masuk ke tenggorokan lalu terhirup hingga mencapai paru-paru. Gejala batuk yang tak kunjung hilang akhirnya menjadi petunjuk adanya masalah yang lebih serius.

Setelah menjalani pemeriksaan medis, dokter menemukan benda asing tersebut berada di area yang sangat sensitif. Posisi anting itu membuat tim medis harus bertindak cepat agar tidak terjadi komplikasi fatal.

Kasus ini menunjukkan bahwa benda kecil sekalipun bisa memicu risiko besar jika masuk ke saluran pernapasan. Karena itu, keluhan batuk berkepanjangan tidak sebaiknya diabaikan begitu saja.

Rontgen ungkap benda asing

Rasa khawatir membuat Deyanira memutuskan mendatangi dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Langkah itu menjadi keputusan penting karena hasil rontgen memberi jawaban yang tidak terduga.

Dokter menemukan anting hidung berada di dalam tubuhnya, sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Temuan tersebut langsung membuat tim medis terkejut karena lokasi benda itu tergolong berbahaya.

Jarak anting dengan aorta disebut hanya sekitar 0,5 milimeter. Situasi itu meningkatkan risiko komplikasi serius, termasuk perdarahan hebat bila terjadi cedera pada pembuluh darah utama.

Dalam kondisi seperti ini, pemeriksaan pencitraan memegang peran penting untuk menentukan tindakan medis selanjutnya. Tanpa deteksi cepat, benda asing semacam ini bisa menimbulkan dampak yang jauh lebih buruk.

Operasi darurat penuh risiko

Deyanira kemudian harus menjalani operasi darurat untuk mengeluarkan benda asing tersebut. Pada awalnya, prosedur itu diperkirakan berlangsung singkat dan relatif sederhana.

Namun, operasi pertama tidak berjalan mulus karena anting sudah menempel pada jaringan tubuh. Kondisi itu membuat dokter harus menyiapkan tindakan kedua yang lebih kompleks.

Operasi lanjutan akhirnya berhasil dilakukan dengan aman dan piercing berhasil diangkat dari tubuhnya. Keberhasilan ini menjadi kabar baik setelah proses medis yang penuh ketegangan.

Dokter menilai Deyanira sangat beruntung masih bisa selamat. Jika benda itu melukai paru-paru atau aorta, dampaknya bisa sangat fatal.

Pelajaran dari kejadian piercing

Pengalaman tersebut membuat Deyanira memilih berhenti menggunakan piercing, meski sebelumnya ia sangat menyukainya. Ia mengaku trauma setelah hampir kehilangan nyawa akibat kejadian tak terduga itu.

Kisahnya kemudian menjadi perhatian warganet setelah dibagikan di media sosial. Banyak orang menilai peristiwa itu sebagai pengingat agar lebih berhati-hati terhadap aksesori tubuh.

Kasus ini juga menegaskan pentingnya segera memeriksakan diri jika mengalami gejala yang tidak biasa. Batuk berkepanjangan, apalagi disertai keluhan lain, bisa menjadi tanda adanya masalah medis serius.

Dengan penanganan yang tepat, risiko komplikasi dapat ditekan sejak dini. Pemeriksaan cepat dan tindak lanjut dokter menjadi kunci untuk mencegah kondisi yang mengancam jiwa.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!