Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI melelang sejumlah barang mewah rampasan dari terpidana kasus tata kelola timah, Harvey Moeis, dalam gelaran BPA Fair 2026 di Jakarta Selatan, Kamis (21/5/2026). Pada sesi pertama, sejumlah perhiasan emas hingga logam mulia yang dikaitkan dengan Sandra Dewi laku terjual di atas harga limit.
BPA juga memamerkan barang rampasan lain dari kasus tersebut, termasuk puluhan tas mewah merek Hermes, Dior, Chanel, dan Louis Vuitton. Sesi lelang pertama dimulai pukul 11.00 WIB dengan total 21 lot, dan seluruhnya dinyatakan habis terjual.
Lelang barang mewah Harvey Moeis
Juru lelang menjelaskan bahwa sesi pertama lelang digelar dengan total 21 lot. Namun, hanya enam lot yang ditampilkan di layar utama karena keterbatasan monitor di lokasi.
Meski begitu, antusiasme peserta tetap terlihat saat barang-barang bernilai tinggi mulai dibuka. Proses lelang berlangsung di Gedung Kantor Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI, Kebagusan, Jakarta Selatan.
Barang yang dilelang berasal dari aset rampasan terkait perkara tata niaga komoditas timah yang menyeret nama Harvey Moeis. Sebagian besar item yang ditawarkan berupa perhiasan dan logam mulia dengan nilai awal yang cukup tinggi.
Panitia menegaskan lelang dilakukan secara terbuka sesuai prosedur yang berlaku. Seluruh penawaran kemudian dipantau langsung oleh juru lelang dan peserta yang hadir di ruangan.
Perhiasan Sandra Dewi laku
Lot pertama berupa gelang emas 18 karat berkode KRV054 dibuka dengan harga limit Rp25.626.000. Barang tersebut akhirnya laku terjual Rp30.626.000 atau naik Rp5 juta dari harga awal.
Setelah itu, kalung emas 17 karat berkode BPXZGO ditawarkan dengan limit Rp9.599.000. Harga penjualannya naik menjadi Rp12.599.000.
Paket perhiasan berkode 02J3WA juga mencatat hasil serupa karena terjual di atas batas awal. Barang itu dibuka Rp47.840.000 dan laku Rp56.840.000.
Juru lelang sempat berseloroh karena minat peserta terlihat tidak terlalu ramai, tetapi tetap bersyukur seluruh barang terjual. Ia menegaskan, yang terpenting adalah aset berhasil dilepas sesuai target lelang.
Logam mulia ikut diburu
Tak hanya perhiasan, logam mulia 100 gram berkode QGJK1N juga menjadi incaran peserta lelang. Barang itu dibuka pada harga limit Rp275.399.000 dan terjual Rp300.399.000.
Selain itu, paket logam mulia berkode 271LEU juga laku di atas harga pembukaan. Dari limit Rp262.668.000, barang tersebut akhirnya terjual Rp273.668.000.
Minat peserta menunjukkan bahwa aset bernilai tinggi tetap memiliki pasar tersendiri dalam lelang resmi. Kenaikan harga pada beberapa lot menandakan persaingan penawaran berlangsung cukup aktif.
Pihak lelang menilai hasil tersebut menjadi bukti bahwa barang rampasan dapat dimonetisasi secara optimal. Dana hasil penjualan nantinya akan mengikuti mekanisme pemulihan aset yang berlaku.
Sesi ditutup setelah habis
Lot terakhir yang ditampilkan berupa gelang emas berkode TW2RND. Barang itu dibuka dengan harga limit Rp58.410.000 dan terjual Rp77.410.000, atau naik Rp19 juta dari harga awal.
Juru lelang menduga gelang tersebut menarik perhatian karena dianggap memiliki karakter khusus. Ia bahkan menyebut kemungkinan barang itu merupakan seri terbatas, sehingga memicu persaingan penawaran.
Setelah memastikan seluruh 21 lot terjual, panitia menutup sesi pertama lebih awal. Penutupan dilakukan karena panitia harus menyiapkan sesi lelang berikutnya.
Kasus ini turut menyeret nama Sandra Dewi yang sebelumnya diperiksa sebagai saksi terkait dugaan aliran dana dan kepemilikan aset mewah. Pemeriksaan itu berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang menimpa Harvey Moeis.
