Bamsoet Jadi Komisaris Independen Siloam & Lippo Karawaci

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 13 Mei 2026 21:55 WIB 9
Bamsoet Jadi Komisaris Independen Siloam & Lippo Karawaci

Bambang Soesatyo, atau Bamsoet, resmi diangkat sebagai komisaris independen PT Siloam International Hospitals Tbk melalui RUPST Tahun Buku 2025 pada Selasa, 12 Mei 2026. Bersamaan, ia juga diangkat sebagai komisaris independen PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) pada rapat yang digelar beberapa hari sebelumnya. Pengangkatan ini dinilai akan memperkuat pengawasan terhadap transformasi sektor kesehatan dan properti nasional di tengah dinamika ekonomi global.

Penetapan Bamsoet didampingi jajaran dewan termasuk Yasonna H. Laoly sebagai Presiden Komisaris/Independen, serta beberapa komisaris lainnya di Siloam. Langkah ini diharapkan meningkatkan tata kelola perusahaan dan mempercepat implementasi strategi Next Gen Siloam yang berfokus pada layanan kesehatan berbasis teknologi.

Next Gen Siloam

PT Siloam International Hospitals Tbk mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan pendapatan Rp12,8 triliun, EBITDA Rp2,8 triliun, dan laba bersih Rp1,1 triliun. Pertumbuhan didorong ekspansi rumah sakit premium, peningkatan teknologi medis, serta penguatan layanan onkologi dengan sistem CT-LINAC terintegrasi yang pertama di Asia Tenggara. Staf dokter lebih dari 2.000 orang dan tenaga kesehatan sekitar 10 ribu mendukung operasional di 41 rumah sakit dan 75 klinik, melayani hampir dua juta pasien per tahun.

Bamsoet bergabung dengan jajaran komisaris yang dipimpin Yasonna H. Laoly sebagai Presiden Komisaris/Independen, didampingi Andy Nugroho Purwohardono, Sigit Prasetya, James Tobias Hall sebagai komisaris, dan David Utama menjabat Direktur Utama. Langkah ini diharapkan memperkuat tata kelola dan mempercepat implementasi strategi Next Gen Siloam yang berfokus pada layanan kesehatan berbasis teknologi. Transformasi tersebut sejalan dengan target peningkatan kualitas layanan di seluruh jaringan, dengan pengakuan global seperti Newsweek 2025 serta Silver Medal EcoVadis yang menambah reputasi ESG perusahaan.

Siloam saat ini mengoperasikan 41 rumah sakit dan 75 klinik di berbagai wilayah Indonesia, dengan dukungan lebih dari 2.000 dokter dan sekitar 10 ribu tenaga kesehatan, serta melayani hampir dua juta pasien setiap tahun. Reputasi globalnya juga terus meningkat melalui pengakuan sebagai perusahaan paling terpercaya versi Newsweek 2025 dan penghargaan ESG, EcoVadis Silver. Secara operasional, jaringan Siloam terus memperluas kapasitas untuk memastikan akses layanan kesehatan modern bagi masyarakat.

Kinerja LPKR 2025

Di sektor properti, Lippo Karawaci menunjukkan ketahanan sepanjang 2025 dengan pendapatan Rp9,03 triliun, EBITDA Rp1,37 triliun, dan laba bersih Rp470 miliar. Underlying laba bersih melonjak 57% menjadi Rp630 miliar, mencerminkan perbaikan profitabilitas dan eksekusi operasional yang semakin kuat. Posisi kas perusahaan mencapai Rp1,96 triliun, menunjukkan disiplin keuangan serta pengelolaan biaya yang lebih efisien.

Portofolio real estate dan lifestyle tetap menjadi fokus, dengan landbank sekitar 1.300 hektare yang mencakup Lippo Village di Tangerang, Lippo Cikarang di Bekasi, dan kawasan Tanjung Bunga di Makassar. Lippo Karawaci juga memiliki keterkaitan kuat dengan sektor kesehatan melalui kepemilikan 29,10 persen saham di Siloam. Perkembangan ini didukung pengelolaan 59 pusat perbelanjaan di Indonesia dan kepemilikan 47,45 persen di Landmark REIT yang terdaftar di Singapura dengan aset kelolaan sekitar SGD 1,5 miliar.

Landbank sebesar sekitar 1.300 hektare menggeliat sebagai basis untuk ekspansi kawasan perkotaan di Jawa dan Sulawesi, termasuk Lippo Village, Lippo Cikarang, dan Tanjung Bunga. Selain itu, Lippo Karawaci mengoperasikan 10 hotel Aryaduta, dengan fasilitas country club dan lapangan golf yang menunjang segmen lifestyle. Dukungan rekam jejak bisnis ini terkait erat dengan kepemilikan saham di Siloam serta peluang sinergi antara properti, kesehatan, dan retail.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!