Ayana Fokus Kuliah S2 di Oxford, Hiburan Hanya Selingan

Lifestyle Anindya Kirana Putri 22 Mei 2026 00:29 WIB 6
Ayana Fokus Kuliah S2 di Oxford, Hiburan Hanya Selingan

Ayana menegaskan dirinya tidak pernah menempatkan dunia hiburan sebagai fokus utama karier. Perempuan berusia 30 tahun itu mengatakan aktivitas keartisan hanya menjadi selingan di tengah kesibukannya sebagai pekerja kantoran dan akademisi. Pernyataan itu ia sampaikan saat ditemui di kawasan Studio TransTV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Selasa, 19 Mei 2026. Di tengah popularitas yang terus meningkat, Ayana justru memilih menegaskan arah hidupnya dengan lebih jelas.

Ia mengaku tetap menjalani rutinitas kerja di kantor dan tidak ingin terlalu larut dalam dunia entertainment. Menurutnya, tanggung jawab utama tetap ada pada pekerjaan dan pendidikan yang ia jalani. Sikap itu membuat Ayana terlihat konsisten menjaga prioritas, meski tetap aktif di ruang publik. Dalam waktu dekat, fokusnya akan semakin tertuju pada studi lanjutan di luar negeri.

Fokus di luar hiburan

Ayana menjelaskan bahwa dirinya tidak terlalu bergantung pada dunia hiburan untuk membangun karier. Ia lebih memilih menjadikan pekerjaan kantor sebagai kegiatan utama dalam keseharian. Bagi Ayana, hiburan hanya ruang tambahan yang dijalani bila ada kesempatan. Karena itu, ia tidak merasa perlu menaruh perhatian berlebihan pada popularitas.

Ia bahkan menegaskan bahwa perjalanan kariernya tidak ditentukan oleh dunia entertainment. Saat ditanya mengapa tidak memusatkan perhatian pada sektor tersebut, Ayana menjawab dengan lugas bahwa dirinya memiliki pekerjaan lain yang lebih penting. Ia menyebut ritme hidupnya sudah terbagi antara kantor dan kegiatan profesional lain. Pandangan itu memperlihatkan bahwa ia ingin dikenal bukan hanya sebagai figur publik.

Kesibukan tersebut, menurut Ayana, justru membuat hidupnya terasa lebih seimbang. Ia terbiasa bergerak dari satu aktivitas ke aktivitas lain tanpa kehilangan arah. Dalam pandangannya, bekerja dan tetap terhubung dengan banyak orang adalah hal yang menyenangkan. Karena itu, dunia hiburan diposisikan sebagai pelengkap, bukan tujuan utama.

Langkah menuju Oxford

Di tengah kesibukan tersebut, Ayana tengah bersiap memasuki babak baru dalam hidupnya. Ia dijadwalkan berangkat ke Inggris pada September mendatang untuk melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Oxford. Keputusan itu menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan akademiknya. Langkah tersebut juga menunjukkan keseriusannya menekuni pendidikan tinggi.

Ayana memilih bidang public policy atau kebijakan publik untuk studi lanjutnya. Pilihan itu selaras dengan latar belakang pendidikan sarjananya yang juga berkaitan dengan dunia politik. Dengan bekal tersebut, ia berharap dapat memperdalam pemahaman mengenai kebijakan dan tata kelola publik. Bidang itu dinilai relevan dengan minat dan riwayat akademiknya.

Persiapan keberangkatan ke Oxford dilakukan di sela-sela aktivitas kerja yang masih berjalan. Ayana harus membagi waktu antara Indonesia, Malaysia, dan Korea Selatan untuk urusan kantor serta persiapan studi. Meski padat, ia mengaku menikmati dinamika tersebut. Baginya, mobilitas itu merupakan bagian dari proses menuju tujuan yang lebih besar.

Mandiri soal biaya

Saat disinggung soal biaya kuliah di Oxford yang dikenal tinggi, Ayana menanggapi dengan tenang. Ia menyebut tidak terlalu memikirkan hal itu karena sudah memiliki penghasilan sendiri. Sikap tersebut mencerminkan keyakinannya sebagai perempuan yang mandiri secara finansial. Baginya, usia 30 tahun adalah fase untuk bertanggung jawab penuh atas keputusan pribadi.

Ia juga menepis anggapan bahwa keberangkatannya ke Oxford bergantung sepenuhnya pada dukungan keluarga. Ayana menegaskan bahwa dirinya bukan lagi anak sekolah dan sudah mampu mengatur kebutuhan sendiri. Pernyataan itu ia sampaikan dengan nada tegas saat membahas kesiapan finansial. Dengan demikian, ia ingin menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat ditempuh dengan perencanaan yang matang.

Meski tidak mengungkap detail sumber pembiayaan studi, Ayana memastikan dirinya sudah siap dari sisi ekonomi. Ia menyampaikan bahwa ia memiliki uang sendiri untuk mendukung pendidikan tersebut. Kesiapan itu membuatnya lebih percaya diri menatap masa studi di luar negeri. Dalam pandangannya, kemandirian finansial adalah bagian penting dari perjalanan hidup dewasa.

Menjaga ritme hidup

Di balik jadwal yang padat, Ayana tetap berusaha menjaga keseimbangan hidup. Ia mengaku tidak ingin terbebani oleh tekanan berlebihan menjelang keberangkatan kuliah. Karena itu, ia memilih menjalani hari-harinya dengan ritme yang lebih santai namun terarah. Fokus utamanya adalah memastikan semua tanggung jawab bisa berjalan tanpa hambatan.

Ayana menyebut kondisi kesehatan menjadi perhatian penting sebelum masuk ke masa studi di Oxford. Ia tidak menyiapkan langkah yang terlalu rumit, melainkan berupaya menjaga kebugaran tubuh agar bisa belajar dengan maksimal. Menurutnya, kesehatan yang baik akan sangat membantu dalam menyelesaikan pendidikan. Hal sederhana itu justru dianggapnya sebagai bekal paling penting.

Pada akhirnya, target utama Ayana hanya satu, yakni menuntaskan S2 dengan hasil yang memuaskan. Ia ingin menjalani pendidikan tersebut tanpa kehilangan semangat bekerja dan bersosialisasi. Dengan bekal kemandirian, pengalaman kerja, dan latar akademik yang kuat, ia melangkah ke tahap baru dengan lebih percaya diri. Perjalanan ke Oxford pun menjadi simbol dari konsistensi dan disiplin yang ia bangun selama ini.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!