Kabar duka datang dari keluarga penyanyi Virzha, setelah sang ayah, Rudianto, meninggal dunia pada Jumat, 22 Mei 2026, pukul 13.28 WIB. Almarhum wafat di rumah sakit setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi penyakit yang diderita dalam beberapa waktu terakhir.
Virzha mengungkapkan, ayahnya meninggal pada usia 69 tahun setelah kondisi kesehatannya menurun drastis. Sebelum berpulang, keluarga telah berupaya membawa almarhum ke fasilitas kesehatan secara maksimal untuk mendapatkan penanganan terbaik.
Riwayat Sakit Ayah Virzha
Virzha menyebut riwayat penyakit ayahnya cukup rumit dan tidak bisa dijelaskan secara sederhana. Menurut dia, almarhum sempat mengalami empat serangan mendadak yang membuat kondisi tubuhnya terus melemah.
Keluhan kesehatan itu kemudian memaksa keluarga membawa Rudianto ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif. Di fase awal, kondisi almarhum sempat naik turun sebelum akhirnya memerlukan pemantauan medis lebih serius.
Virzha juga menjelaskan bahwa sang ayah memiliki riwayat stroke yang sudah cukup lama. Karena itu, keluarga sempat menempuh berbagai upaya pengobatan agar kondisi almarhum bisa stabil kembali.
Salah satu ikhtiar yang dilakukan adalah terapi akupuntur, selain rawat jalan dan perawatan di rumah sakit. Namun, penyakit yang diderita terus berkembang dan membuat kondisi kesehatan Rudianto semakin sulit dipulihkan.
Kondisi Menurun di Rumah Sakit
Menurut keterangan Virzha, almarhum sempat dirawat inap selama satu minggu di rumah sakit. Setelah kondisinya terlihat membaik, dokter memperbolehkan Rudianto menjalani rawat jalan di rumah selama sepekan.
Meski sempat ada harapan, kondisi kesehatan ayah Virzha kembali turun secara signifikan. Keluarga kemudian memutuskan membawa almarhum kembali ke instalasi gawat darurat untuk mendapatkan tindakan medis lanjutan.
Virzha menyebut dirinya terus mendampingi sang ayah selama masa perawatan tersebut. Ia menegaskan bahwa keluarga telah berusaha semaksimal mungkin agar Rudianto dapat bertahan menghadapi penyakitnya.
Pada fase akhir perawatan, dokter menemukan adanya gagal ginjal yang memperburuk kondisi almarhum. Diagnosis itu membuat peluang kesembuhan semakin kecil hingga akhirnya Rudianto tidak dapat diselamatkan.
Detik Terakhir Kepergian
Virzha menyampaikan bahwa sang ayah mengembuskan napas terakhir pada Jumat siang, tepatnya pukul 13.28 WIB. Kabar itu menjadi pukulan berat bagi keluarga yang sejak awal telah mendampingi proses perawatan almarhum.
Kepergian Rudianto meninggalkan duka mendalam, terutama karena perjuangannya melawan penyakit berlangsung cukup panjang. Dalam keterangan di rumah duka kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Virzha tampak berusaha tegar saat menceritakan kondisi sang ayah.
Ia mengenang almarhum sebagai sosok yang banyak berjasa dalam hidupnya, termasuk dalam perjalanan bermusik. Bagi Virzha, ayahnya bukan hanya orang tua, tetapi juga guru pertama yang mengenalkan dasar-dasar musik.
Peran itu membuat kepergian Rudianto terasa sangat berat bagi keluarga dan orang-orang terdekat. Suasana duka pun menyelimuti rumah duka sejak kabar wafatnya almarhum tersebar.
Prosesi Pemakaman Ayah Virzha
Jenazah Rudianto telah dimakamkan di TPU di kawasan Tangerang Selatan. Prosesi pemakaman berlangsung dengan kehadiran keluarga, kerabat, serta sejumlah rekan musisi yang datang memberikan penghormatan terakhir.
Kehadiran para sahabat dan kolega menjadi bentuk dukungan moral bagi Virzha di tengah masa berduka. Mereka turut mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Di rumah duka, suasana haru terlihat saat keluarga menerima ucapan belasungkawa dari para pelayat. Momen tersebut memperlihatkan besarnya penghormatan terhadap sosok Rudianto di mata orang-orang terdekat.
Kepergian sang ayah meninggalkan kenangan mendalam bagi Virzha yang selama ini dekat dengan almarhum. Di tengah duka, keluarga berharap doa terbaik untuk Rudianto yang telah berpulang setelah berjuang melawan penyakit berat.
