Atta Halilintar menyalurkan 12 ekor sapi kurban ke sejumlah wilayah di Jawa Barat pada Rabu, 27 Mei 2026. Penyerahan hewan kurban itu dilakukan di kawasan Terogong, Jakarta Selatan, bersama Aurel Hermansyah, sebagai bagian dari distribusi yang lebih merata kepada masyarakat membutuhkan.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang terpusat di satu titik, kali ini hewan kurban disebar ke Bogor, Tasikmalaya, dan Cianjur. Atta menyebut langkah tersebut dipilih agar penyaluran kurban lebih cepat, tepat sasaran, dan menjangkau anak yatim serta penghafal Al-Qur'an.
Distribusi kurban Atta Halilintar
Atta Halilintar menjelaskan bahwa seluruh hewan kurban tidak lagi dikumpulkan di Jakarta seperti pola sebelumnya. Ia memilih membagi sapi langsung ke wilayah yang sudah menjadi bagian dari jaringan bantuan keluarga dan komunitasnya.
Menurut Atta, sebagian sapi ditempatkan di Bogor, sebagian lainnya di Tasikmalaya, dan sisanya di Cianjur. Pembagian ini disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan agar masyarakat setempat bisa segera menerima manfaatnya.
Ia menegaskan bahwa keputusan itu dibuat untuk memperluas jangkauan penerima kurban. Dengan pola distribusi seperti ini, hewan kurban dapat langsung disalurkan ke lokasi yang dekat dengan para penerima.
Alasan sebar kurban
Atta mengatakan, distribusi kurban tahun ini ditujukan untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Fokus utamanya adalah anak yatim piatu, penghafal Al-Qur'an, dan warga yang berada di lingkungan pesantren atau yayasan.
Ia menilai, penyaluran yang menyebar membuat bantuan terasa lebih merata. Selain itu, pendekatan tersebut dinilai lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat di daerah yang selama ini menerima dukungan rutin.
Dalam keterangannya, Atta menyebut ada masyarakat di sekitar pesantren yang juga layak menerima kurban. Karena itu, penyebaran hewan kurban dianggap menjadi pilihan yang paling sesuai untuk tahun ini.
Peran Aurel Hermansyah
Aurel Hermansyah turut mendampingi Atta Halilintar dalam momen penyerahan kurban di Terogong. Kehadiran keduanya menegaskan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari agenda keluarga yang dijalankan bersama.
Momen tersebut juga menjadi perhatian karena berlangsung di lokasi tempat belajar Al-Qur'an putri sulung mereka, Ameena Hanna Nur Atta. Tempat itu dipilih sebagai titik penyerahan sebelum hewan kurban didistribusikan ke daerah tujuan.
Pasangan ini terlihat ingin memastikan bahwa kurban yang disiapkan tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberi manfaat sosial. Dengan keterlibatan langsung, proses penyaluran pun dapat dipantau sejak awal.
Pantau hewan kurban jauh
Meski hewan kurban tersebar di sejumlah lokasi, Atta tetap terlibat dalam proses pemilihan. Karena keterbatasan waktu dan jarak, ia menggunakan foto dan video untuk memeriksa kondisi sapi yang akan dibeli.
Cara tersebut membuat proses seleksi tetap berjalan meski ia tidak selalu hadir langsung di lokasi. Menurut Atta, dokumentasi visual membantu memastikan hewan kurban dalam kondisi layak sebelum dibagikan.
Ia menyebut metode itu sudah cukup efektif untuk kebutuhan distribusi kurban tahun ini. Dengan pengawasan jarak jauh, Atta tetap bisa menjaga kualitas hewan kurban yang akan disembelih dan disalurkan kepada masyarakat.
