Atta Halilintar Ajak Ameena dan Azura Pahami Makna Kurban

Lifestyle Anindya Kirana Putri 30 Mei 2026 02:13 WIB 5
Atta Halilintar Ajak Ameena dan Azura Pahami Makna Kurban

Atta Halilintar mengajak dua putrinya, Ameena dan Azura, untuk memahami makna kurban dan nilai pengorbanan dalam ajaran Islam. Ia menuturkan, cara itu dilakukan agar anak-anaknya tidak hanya mengetahui ritual Idul Adha, tetapi juga menangkap pesan spiritual di baliknya.

Pengalaman tersebut dibagikan Atta saat ditemui di kawasan Mampang, Senin (25/5/2026). Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa dirinya sengaja menceritakan kisah Nabi Ismail kepada anak-anaknya, meski respons awal mereka cukup terkejut.

Pemahaman Kurban Keluarga Atta

Atta Halilintar menjelaskan bahwa ia mengawali obrolan dengan kisah Nabi Ismail yang diperintahkan untuk dikurbankan. Cerita itu, menurut dia, menjadi pintu masuk agar Ameena dan Azura memahami esensi kurban sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah SWT. Ia menilai cara penyampaian yang sederhana lebih mudah dipahami anak-anak.

Menurut Atta, kedua putrinya sempat bereaksi kaget saat mendengar bahwa seorang anak bisa dikurbankan dalam kisah tersebut. Ia lalu meluruskan bahwa inti cerita itu bukan pada kekerasan, melainkan pada keteguhan iman dan cinta kepada Tuhan. Dari situ, ia ingin menanamkan bahwa kecintaan kepada Allah harus berada di atas segalanya.

Atta menegaskan bahwa manusia tidak boleh menempatkan cinta dunia melebihi kecintaan kepada Tuhan. Ia menyebut rasa sayang kepada orang tua, anak, maupun harta tetap penting, tetapi tidak boleh mengalahkan nilai ketauhidan. Menurut dia, pesan ini perlu dikenalkan sejak dini agar anak memiliki pemahaman yang seimbang antara kasih sayang dan keimanan.

Ia juga menyampaikan bahwa Ameena dan Azura mulai menunjukkan pemahaman setelah mendengarkan penjelasannya. Atta merasa komunikasi seperti itu penting karena anak-anak membutuhkan penjelasan yang konkret dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, mereka tidak hanya menghafal istilah, tetapi juga mengerti maknanya.

Perjalanan Kurban yang Edukatif

Dalam memilih hewan kurban, Atta sengaja membawa anak-anaknya ke lokasi yang jaraknya cukup jauh dari rumah. Ia ingin Ameena dan Azura merasakan langsung suasana perkampungan dan peternakan tempat hewan-hewan kurban dipelihara. Menurut dia, pengalaman lapangan seperti ini lebih efektif dibanding hanya bercerita dari rumah.

Atta mengatakan perjalanan yang ditempuh ternyata lebih lama dari perkiraan awal. Jika di peta digital hanya sekitar satu jam, perjalanan pulang pergi itu memakan waktu sekitar tiga hingga empat jam. Meski melelahkan, ia menilai waktu tersebut sepadan dengan pelajaran yang didapat anak-anaknya.

Ia menambahkan bahwa membawa anak ke lingkungan peternakan membuat mereka mengenal kehidupan masyarakat secara lebih nyata. Ameena dan Azura, kata dia, bisa melihat kandang, hewan ternak, serta proses memilih hewan kurban terbaik. Pengalaman itu diharapkan membangun empati dan kedekatan dengan realitas sosial.

Menurut Atta, momen seperti ini juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan nilai berbagi kepada anak-anaknya. Ia berharap pengalaman itu tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi berubah menjadi kebiasaan baik di kemudian hari. Karena itu, ia menilai perjalanan jauh tersebut sebagai bagian dari pendidikan keluarga.

Keutamaan Bulan Zulhijah

Atta juga menyinggung keutamaan ibadah di bulan Zulhijah, khususnya puasa Arafah. Ia menyebut puasa tersebut memiliki keistimewaan besar karena diyakini menjadi sarana pengampunan dosa. Baginya, momen ini adalah waktu yang sangat baik untuk memperkuat ibadah.

Ia menjelaskan bahwa puasa Arafah menjadi ibadah yang sangat dianjurkan oleh umat Islam. Atta menyebut adanya harapan agar dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya dapat diampuni dengan izin Allah SWT. Karena itu, ia menilai bulan ini layak dimaksimalkan dengan amalan saleh.

Selain kurban, Atta melihat Zulhijah sebagai momentum pendidikan iman bagi keluarga. Ia menganggap anak-anak perlu dikenalkan pada nilai pengorbanan, kepasrahan, dan ketulusan sejak usia dini. Dengan begitu, mereka tumbuh bersama pemahaman bahwa ibadah bukan sekadar rutinitas tahunan.

Ia menilai suasana bulan ini membawa energi spiritual yang kuat bagi keluarga Muslim. Menurut Atta, penanaman nilai agama akan lebih efektif bila dikaitkan dengan momen yang benar-benar dirasakan anak-anak. Karena itu, ia berusaha menghubungkan kisah Nabi, ibadah, dan pengalaman langsung dalam satu rangkaian pembelajaran.

Pengalaman Berbagi untuk Anak

Atta mengungkapkan bahwa Ameena dan Azura terlihat sangat antusias saat berada di lokasi pemilihan hewan kurban. Keduanya, kata dia, senang memberi makan sapi dan kambing secara langsung. Momen itu membuat mereka lebih dekat dengan proses yang selama ini hanya mereka dengar dari cerita.

Ia menambahkan bahwa pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk mengenalkan nilai berbagi. Atta ingin anak-anaknya memahami bahwa kurban bukan hanya tentang memilih hewan, tetapi juga tentang kepedulian terhadap sesama. Dari sana, ia berharap tumbuh empati sosial dalam diri mereka.

Menurut Atta, pada tahun-tahun sebelumnya Ameena dan Azura memang sudah ikut berkurban. Namun saat itu mereka belum sepenuhnya memahami makna ibadah tersebut. Karena itu, ia merasa pendidikan yang lebih utuh perlu diberikan secara bertahap.

Atta belum berencana mengajak anak-anaknya menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban secara langsung. Ia lebih memilih agar mereka terlibat dalam perawatan hewan dan pembagian daging kepada masyarakat. Dengan cara itu, ia berharap anak-anaknya merasakan semangat kurban secara lebih manusiawi dan penuh makna.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!