PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) mengumumkan penunjukan Irfan Setiaputra sebagai Presiden Komisaris dan Komisaris Independen perseroan. Penetapan ini dilakukan setelah Ignasius Jonan mengundurkan diri dari posisi Presiden Komisaris pada periode sebelumnya. Pengumuman tersebut disampaikan melalui laman resmi perusahaan pada Jumat, 8 Mei 2026, sebagai langkah menjaga kelancaran strategi perusahaan di tengah persaingan IT yang kian ketat.
Irfan memperkaya ATIC dengan pengalaman lintas industri, meliputi aviasi, pertambangan, teknologi, dan telekomunikasi. Sebelumnya ia memimpin Garuda Indonesia dan dinilai berhasil menghadapi tantangan pandemi COVID-19. Ia menyatakan komitmen untuk melanjutkan fondasi kepemimpinan yang telah berjalan serta menekankan pentingnya inovasi dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia sebagai pendorong pertumbuhan perusahaan.
Dalam sambutan tertulisnya, Irfan menyatakan kegembiraannya menjadi bagian dari ATIC yang terus berkembang. Ia menilai dinamika persaingan bisnis di sektor IT sebagai pendorong utama inovasi, efisiensi, dan pertumbuhan. Ia percaya bahwa pengalaman lintas industri yang ia miliki dapat berkontribusi pada realisasi visi dan misi perusahaan, 'Saya senang menjadi bagian dari perusahaan yang terus berkembang di tengah ketatnya persaingan bisnis dan dinamika industri IT yang tinggi,' dikutip dari laman resmi Anabatic pada Jumat, 8 Mei 2026.
Profil Irfan
Irfan Setiaputra memiliki rekam jejak di berbagai sektor, meliputi aviasi, pertambangan, teknologi, dan telekomunikasi. Ia pernah memegang posisi eksekutif di beberapa perusahaan kunci, yang memungkinkannya mengelola transformasi digital dan strategi operasional. Pengalaman tersebut dinilai akan memperkuat percepatan inovasi dan efisiensi di ATIC.
Sejak memimpin Garuda Indonesia, Irfan dinilai berhasil membawa maskapai menghadapi masa sulit pandemi, termasuk upaya menyehatkan arus pendapatan dan operasional. Kekuatan kepemimpinan dan kemampuan adaptasi dianggap aset bagi ATIC dalam memperkuat posisi di pasar teknologi informasi. Ia juga dikenal menekankan pentingnya inovasi, pembangunan kompetensi sumber daya manusia, dan ekosistem kemitraan yang kuat.
Profil kepemimpinan Irfan menambah kapasitas manajerial perseroan dan mencerminkan arah strategi jangka panjang. Pihak manajemen menyebut penunjukan ini bagian dari upaya meningkatkan tata kelola dan akuntabilitas perusahaan. Dengan latar belakang lintas industri, Irfan diperkirakan mendorong program-program pengembangan bisnis dan kemitraan strategis untuk memacu pertumbuhan ATIC.
Perubahan Komisaris
ATIC juga mengangkat Prasetio sebagai Komisaris Independen, di samping penunjukan Irfan. Prasetio dikenal memiliki pengalaman di Garuda Indonesia dan PT Citilink Indonesia, yang diharapkan memperluas pemahaman lintas industri perusahaan. Sementara itu, Victor Budi Tanuadji juga ditetapkan sebagai Komisaris Perseroan untuk memperkuat jajaran dewan.
Pengunduran diri Ignasius Jonan sebelumnya diajukan pada 23 Februari, dan menimbang hal tersebut RUPSLB ATIC pada 27 Maret 2026 memutuskan langkah strategis terkait kepemilikan komisaris. Keputusan tersebut mencerminkan upaya perusahaan menjaga kelangsungan tata kelola dan memastikan kesinambungan eksekusi rencana strategis. Penataan ulang susunan komisaris di ATIC dirancang untuk memperkuat tata kelola dan akuntabilitas.
Penataan ini diharapkan memperkuat eksekusi strategi perusahaan dan membuka peluang kemitraan baru bagi ATIC di bidang teknologi informasi. Manajemen menegaskan komitmen untuk menjaga transparansi laporan keuangan, serta meningkatkan inovasi produk dan efisiensi operasional. Dengan perubahan ini, ATIC menegaskan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan dan peningkatan nilai pemegang saham.
