ASEAN Sepakati Hub Penyimpanan Minyak di Sumatera

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 13 Mei 2026 18:41 WIB 8
ASEAN Sepakati Hub Penyimpanan Minyak di Sumatera

ASEAN sepakat membentuk hub penyimpanan minyak untuk mengamankan pasokan energi. Kebijakan ini disampaikan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Senin 11 Mei 2026. Inisiatif itu dinilai vital untuk menjamin stabilitas pasokan di tengah gejolak geopolitik global.

Menurut Bahlil, ide tersebut mencakup kerja sama dengan Malaysia, Brunei, Filipina, dan Indonesia. Ia menjelaskan bahwa hub itu direncanakan dapat menyuplai negara ASEAN melalui cadangan minyak regional. Pemerintah Indonesia menjadi inisiator utama dengan opsi penempatan storage di wilayahnya.

Ide hub penyimpanan minyak ini berfokus pada menjaga ketersediaan energi bagi kawasan. Penyiapan kerja sama lintas negara dianggap sebagai langkah antisipatif menghadapi gangguan pasokan. Pembahasan melibatkan negara anggota lain yang disebut sebagai mitra regional.

Menteri Bahlil menyampaikan pertemuan di Jakarta terkait rencana itu. Ia menyampaikan bahwa Indonesia menjadi lokasi utama potensi pembangunan storage minyak. Selain itu, negara-negara ASEAN lain yang diajak meliputi Malaysia, Brunei, dan Filipina.

Bahlil menegaskan bahwa inisiatif nasional ini akan sejalan dengan rencana regional. Ia menyebutkan Storage nasional akan ditempatkan di Kawasan Ekonomi Khusus Sumatera. Langkah ini dirancang sebagai cadangan penyangga nasional sekaligus regional.

Rencana KEK Sumatera

Saat ini proyek storage minyak nasional Indonesia telah memasuki studi kelayakan (FS). Penempatan storage direncanakan berada di KEK Sumatera untuk mempermudah logistik. FS sedang berjalan sebagai bagian dari implementasi rencana tersebut.

Bahlil menilai ide ASEAN ini positif namun muncul ketika Indonesia sudah siap mengimplementasikan. Ia menekankan inisiatif regional tidak menggantikan rencana nasional tetapi melengkapinya. Pemerintah berharap langkah ini memperkuat cadangan energi nasional maupun regional.

Kawasan Ekonomi Khusus Sumatera disebut sebagai pusat cadangan minyak nasional. Proyek ini diharapkan menjadi cadangan penyangga bagi negara ASEAN. Rencana teknis dan pembiayaan masih dalam kajian FS untuk memastikan kelayakannya.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!