Ara Grace, yang dulu dikenal lewat perannya sebagai Chilla Kiana dalam franchise Disney Princesses, kini menapaki jalur karier yang berbeda. Ia dinyatakan menjadi CEO JJ Group setelah memilih beralih dari tampil di depan layar ke posisi eksekutif. Langkah ini menandai transisi penting bagi kariernya dan menegaskan kolaborasinya dengan The Walt Disney Company dalam sejumlah proyek.
Di usia 29 tahun, Grace membuktikan bahwa masa lalu bersama Disney bukan sekadar catatan, melainkan pijakan untuk inovasi di masa depan. Ia menekankan fokus pada pemanfaatan teknologi AI untuk merancang kampanye yang lebih efektif dan personal bagi klien. Pengakuan Campaign Asia atas daftar 30 Under 30 Indonesia juga meneguhkan jejaknya di ekosistem bisnis kreatif.
Peran di JJ Group
Di bawah kepemimpinannya, JJ Group fokus mengakselerasi kampanye digital melalui inovasi teknologi. Grace menegaskan pentingnya kolaborasi lintas tim untuk mendorong performa klien. Ia juga menekankan bahwa perubahan ini dilandasi pada budaya kerja yang kolaboratif.
Rekam jejaknya di divisi digital JJ Group diyakini menjadi pendorong utama pertumbuhan perusahaan, dengan kampanye yang dinilai sukses secara nasional. Ia menegaskan bahwa data dan analitik menjadi fondasi dalam setiap strategi kreatif. Hasilnya, portofolio klien JJ Group menunjukkan performa yang meningkat secara signifikan.
Grace menekankan bahwa pencapaian besar berasal dari kerja tim, dengan komitmen kerja keras hingga larut malam untuk mencapai hasil terbaik. Unggahannya setelah pengumuman 30 Under 30 menunjukkan semangat kolaboratif dan fokus pada masa depan. Ia menyebut kerja sama tim sebagai kunci sukses di JJ Group.
Rencana Masa Depan
Di masa depan, Ara Grace fokus mengintegrasikan teknologi AI ke dalam kampanye periklanan JJ Group. Teknologi ini diharapkan meningkatkan personalisasi, efisiensi, dan pengukuran kinerja kampanye. Ia melihat AI sebagai alat kolaboratif yang memungkinkan kreator dan klien bekerja lebih sinergis.
Sambil fokus pada periklanan, Grace tidak menutup peluang untuk kembali bernyanyi apabila ada kesempatan yang tepat. Pengalaman menyanyi masa lalu, termasuk kontrak dengan Universal Music Group, menjadi bagian dari identitas kreatifnya. Passion musiknya dianggap tetap mengalir sebagai nilai tambah profesional.
Penghargaan 30 Under 30 Indonesia versi Campaign Asia menjadi pengakuan atas jejaknya dalam industri. Ia menargetkan momentum transformatif JJ Group ke era digital yang lebih luas. Keterlibatannya akan mendorong arah strategi perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.
