Antriin.id Ubah Joki Antrean Jadi Peluang Cuan

Teknologi Moh. Royhan Nahado 30 Mei 2026 17:54 WIB 3
Antriin.id Ubah Joki Antrean Jadi Peluang Cuan

Profesi jasa titip atau jastip kini berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat yang semakin spesifik, termasuk layanan untuk antrean. Tren baru ini dikenal sebagai joki antrean, yaitu jasa yang memungkinkan pelanggan membayar orang lain untuk menunggu di lokasi tertentu. Salah satu pelaku yang membaca peluang tersebut adalah Elan Setiawan, pendiri Antriin.id, yang melihat pasar ini belum memiliki wadah terintegrasi. Layanan ini mulai dikembangkan sejak awal 2025 dan diluncurkan untuk publik pada pertengahan tahun.

Melalui platform tersebut, pengguna dapat memesan jasa titip antrean layaknya memesan layanan transportasi daring. Elan menilai, model ini memudahkan pelanggan sekaligus memberi peluang penghasilan bagi mitra yang bertugas menunggu antrean. Saat ini, mitra Antriin.id telah tersebar di wilayah Jabodetabek dan jumlahnya terus bertambah. Selain kebutuhan kuliner, layanan ini juga dibuka untuk antrean rumah sakit.

Jastip Antrean Jadi Startup

Elan Setiawan menyebut ide Antriin.id lahir dari pengamatan terhadap kebiasaan jastip yang selama ini hanya berjalan lewat WhatsApp dan Instagram. Ia melihat, layanan tersebut sudah banyak digunakan, tetapi belum punya sistem yang rapi dan mudah diakses. Karena itu, ia memutuskan membangun platform berbasis aplikasi agar proses pemesanan lebih tertata. Konsep ini kemudian dikembangkan sejak awal 2025.

Untuk tahap awal, pengembangan aplikasi dilakukan secara mandiri mulai dari desain hingga coding. Antriin.id kemudian menjalani soft launch pada pertengahan Juli 2025 dengan fokus utama mencari mitra. Setelah jumlah mitra mulai tersebar di titik-titik strategis, layanan permintaan antrean dibuka untuk publik pada Oktober 2025. Menurut Elan, langkah itu diperlukan agar sistem bisa berjalan stabil sejak awal.

Model bisnis Antriin.id dibuat menyerupai ekosistem ojek online, namun dengan fokus pada antrean. Pengguna cukup mengunduh aplikasi, memilih lokasi antre, lalu melihat estimasi biaya yang muncul. Setelah pesanan masuk, mitra akan ditugaskan untuk mewakili pelanggan di lokasi tujuan. Skema ini membuat layanan lebih terukur dan transparan bagi kedua pihak.

Cara Kerja Mitra Antriin.id

Dalam sistem ini, orang yang menjalankan tugas antre disebut mitra. Mitra bertugas menunggu di lokasi sesuai pesanan pelanggan, sehingga pengguna tidak perlu hadir secara langsung. Untuk menjaga efektivitas layanan, Antriin.id menempatkan mitra di berbagai titik yang dianggap potensial. Permintaan antrean hanya dapat dibuat jika sudah ada mitra dalam radius tertentu dari lokasi tujuan.

Elan menjelaskan, radius layanan dibuat minimal 1 kilometer dan maksimal 10 kilometer dari lokasi antre. Ketentuan itu diterapkan agar perjalanan mitra tetap efisien dan pelayanan bisa dilakukan tepat waktu. Setelah beberapa mitra ditempatkan di sejumlah titik di Jakarta, Antriin.id mulai membuka akses permintaan antrean secara bertahap. Dengan pola ini, sistem dinilai lebih terkendali dan mudah dipantau.

Ia menegaskan bahwa satu mitra hanya dapat menangani satu antrean dalam satu waktu. Aturan ini dibuat untuk menghindari kesalahpahaman bahwa satu jastiper bisa melayani banyak antrean sekaligus. Menurut dia, fokus pada satu order membuat pelayanan lebih jelas dan tanggung jawab mitra lebih terukur. Dengan begitu, kualitas layanan bisa dijaga sejak proses pemesanan hingga antrean selesai.

Tarif Joki Antrean Bervariasi

Tarif jasa antre di Antriin.id dipatok sekitar Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per jam. Besaran biaya tersebut disesuaikan dengan durasi antre dan kebutuhan pesanan di lokasi tertentu. Sistem ini memberi gambaran harga yang relatif jelas kepada pengguna sejak awal pemesanan. Dengan skema itu, pelanggan dapat memperkirakan biaya sebelum menggunakan layanan.

Dari sisi mitra, peluang pendapatan dinilai cukup menarik karena dapat mencapai Rp 200.000 hingga Rp 300.000 per hari. Besaran penghasilan tersebut bergantung pada jumlah order yang diterima dan lama antrean yang dijalankan. Mitra yang aktif mengambil pesanan berpotensi memperoleh pemasukan lebih besar. Karena itu, layanan ini juga dilihat sebagai sumber cuan baru bagi masyarakat.

Elan menyebut pendapatan harian mitra sangat bergantung pada intensitas permintaan di lapangan. Semakin banyak antrean yang dikerjakan, semakin besar pula potensi pemasukan yang diterima. Namun, ia menekankan bahwa model ini tetap bergantung pada ketersediaan mitra di titik lokasi. Tanpa sebaran mitra yang memadai, layanan tidak dapat berjalan optimal.

Antrean Tak Hanya Kuliner

Meski banyak orang mengenal jastip antre untuk makanan viral, Antriin.id tidak membatasi layanannya pada sektor kuliner. Elan mengatakan, platform ini juga membuka jasa titip antre untuk rumah sakit. Langkah tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan antre di masyarakat cukup luas dan tidak hanya terkait tren konsumsi. Dengan begitu, layanan ini dapat menjangkau segmen pengguna yang lebih beragam.

Pertumbuhan jumlah mitra menjadi salah satu indikator berkembangnya layanan ini. Dari sekitar 100 mitra pada tahap awal, kini jumlahnya telah melampaui 230 orang. Mereka tersebar di wilayah Jabodetabek untuk mendukung permintaan yang terus meningkat. Penyebaran mitra ini menjadi kunci agar sistem antrean tetap responsif terhadap pesanan pengguna.

Fenomena joki antrean memperlihatkan bahwa jasa berbasis kebutuhan sehari-hari masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara digital. Ketika permintaan masyarakat direspons dengan sistem yang lebih terstruktur, layanan sederhana dapat berubah menjadi bisnis yang menjanjikan. Antriin.id menjadi contoh bagaimana kebiasaan lama bisa dikemas ulang menjadi model startup. Dari antrean, kini muncul peluang ekonomi baru bagi pengguna maupun mitra.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!