Antriin.id Ubah Jasa Titip Antrean Jadi Peluang Bisnis

Teknologi BRH 24 Mei 2026 04:56 WIB 6
Antriin.id Ubah Jasa Titip Antrean Jadi Peluang Bisnis

Jasa titip atau jastip kini tidak lagi terbatas pada pembelian makanan dan barang, karena muncul tren baru berupa jasa titip antrean atau joki antrean. Melalui layanan ini, pengguna dapat membayar orang lain untuk menunggu di lokasi tertentu, termasuk antrean makanan viral hingga layanan rumah sakit.

Salah satu pelaku yang menangkap peluang tersebut adalah Elan Setiawan, pendiri Antriin.id. Ia melihat kebutuhan wadah yang lebih tertata untuk mempertemukan pelanggan dan mitra jastip antre, sehingga layanan ini dapat diakses melalui aplikasi dengan sistem yang lebih mudah dan terukur.

Jastip Antrean dalam Aplikasi

Elan menilai jasa titip antre sebenarnya sudah lama dijalankan secara informal. Namun, layanan itu belum memiliki platform yang benar-benar memudahkan pelanggan dalam mencari penunggu antrean. Dari kondisi tersebut, ia kemudian merancang Antriin.id sebagai wadah digital untuk mempertemukan permintaan dan mitra.

Menurut Elan, ide tersebut muncul dari kebiasaan jastip yang selama ini banyak dipasarkan lewat WhatsApp dan Instagram. Ia melihat model itu bisa dikembangkan menjadi layanan yang lebih terstruktur, transparan, dan mudah dipantau. Dengan aplikasi, pengguna dapat memesan jasa titip antre tanpa harus mencari penyedia layanan secara manual.

Konsep Antriin.id dibuat menyerupai layanan ojek online dalam hal pemesanan dan penempatan mitra. Pelanggan mengunduh aplikasi, lalu memilih lokasi antrean sesuai kebutuhan dan estimasi harga yang ditampilkan sistem. Skema ini membuat proses pemesanan lebih sederhana sekaligus memberi gambaran biaya sejak awal.

Dimulai Sejak awal tahun

Pengembangan Antriin.id dimulai pada awal 2025, mulai dari desain konsep hingga penulisan kode aplikasi. Platform tersebut kemudian melakukan soft launch pada pertengahan Juli 2025. Pada tahap awal, fokus utama perusahaan adalah mencari mitra yang bersedia membantu menjalankan layanan di lapangan.

Elan menyampaikan bahwa dirinya mengerjakan hampir seluruh proses secara mandiri, baik dari sisi pengembangan aplikasi maupun operasional. Setelah beberapa bulan berjalan, permintaan antrean mulai dibuka untuk publik pada Oktober 2025. Langkah itu diambil setelah jumlah mitra dinilai cukup untuk menopang layanan di sejumlah titik.

Pada fase awal, Antriin.id hanya memiliki sekitar 100 mitra. Seiring meningkatnya kebutuhan pengguna, jumlah tersebut bertambah menjadi lebih dari 230 mitra. Para mitra kini tersebar di wilayah Jabodetabek untuk mendukung layanan antrean yang masuk dari berbagai lokasi.

Tarif dan Potensi Penghasilan

Antriin.id menerapkan tarif jasa titip antre di kisaran Rp 30.000 hingga Rp 40.000 per jam. Besaran biaya tersebut disesuaikan dengan durasi antrean dan kebutuhan pelanggan. Sistem ini membuat harga layanan lebih mudah dihitung sejak awal pemesanan.

Dari skema itu, mitra berpeluang memperoleh pendapatan harian sekitar Rp 200.000 hingga Rp 300.000. Nilai tersebut sangat bergantung pada jumlah pesanan yang diterima dan lamanya waktu menunggu. Semakin banyak order yang diambil, semakin besar pula potensi penghasilan mitra.

Elan menjelaskan bahwa satu mitra hanya dapat menangani satu antrean dalam satu waktu. Kebijakan ini dibuat agar layanan tetap fokus dan tidak menimbulkan persepsi bahwa satu orang dapat mengerjakan banyak antrean sekaligus. Dengan sistem tersebut, kualitas pelayanan diharapkan tetap terjaga.

Layanan tak hanya makanan

Meski banyak orang mengenal jastip antre dari tren makanan viral, Antriin.id tidak membatasi layanan hanya pada sektor itu. Platform ini juga membuka jasa titip antre untuk rumah sakit dan kebutuhan lain yang memerlukan kehadiran fisik di lokasi. Dengan begitu, jangkauan layanan menjadi lebih luas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Model bisnis ini menunjukkan bagaimana jasa informal dapat berkembang menjadi layanan digital yang lebih tertata. Kehadiran aplikasi juga membantu mempertemukan mitra dengan pelanggan melalui sistem yang jelas, baik dari sisi lokasi maupun tarif. Bagi sebagian orang, layanan seperti ini dapat menjadi peluang kerja alternatif di tengah tingginya kebutuhan jasa cepat.

Tren jastip antre mencerminkan perubahan perilaku konsumen yang semakin menginginkan solusi praktis untuk menghemat waktu. Di sisi lain, para mitra memperoleh kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dari aktivitas menunggu yang selama ini tidak banyak dimonetisasi. Dari antrean, layanan ini kini berubah menjadi peluang bisnis baru di ekosistem startup lokal.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!