Antriin.id Ubah Antrean Jadi Jasa Berbayar di Jabodetabek

Teknologi BRH 01 Juni 2026 18:48 WIB 3
Antriin.id Ubah Antrean Jadi Jasa Berbayar di Jabodetabek

Tren jasa titip kini berkembang dari pembelian barang menjadi layanan antrean, dan fenomena ini dimanfaatkan oleh aplikasi Antriin.id di Jabodetabek. Layanan tersebut memungkinkan pengguna membayar orang lain untuk menggantikan antre, mulai dari urusan kuliner hingga kebutuhan lain yang memakan waktu.

Penggagasnya, Elan Setiawan, melihat peluang itu karena jasa titip antre sudah lama berjalan secara informal, tetapi belum memiliki wadah yang terorganisasi. Ia kemudian membangun platform yang bekerja layaknya layanan ojek online, dengan mitra yang menunggu antrean untuk pelanggan di lokasi tertentu.

Jastip Antrean Jadi Peluang Baru

Elan Setiawan menilai jasa titip antrean muncul dari kebutuhan masyarakat yang ingin menghemat waktu. Menurut dia, banyak orang sudah terbiasa memakai jasa titip melalui WhatsApp atau Instagram, tetapi sistemnya masih terpencar.

Dari kondisi itu, ia melihat perlunya satu wadah yang lebih rapi dan mudah diakses. Antriin.id kemudian disiapkan untuk mempertemukan pelanggan dan mitra dalam satu aplikasi.

Model ini dibuat agar transaksi lebih jelas dan proses antre lebih terukur. Pengguna cukup memilih layanan, menentukan lokasi, lalu menunggu mitra datang ke titik yang dibutuhkan.

Dimulai Dari Awal Tahun

Pengembangan Antriin.id dimulai sejak awal 2025, ketika konsep desain dan coding mulai dikerjakan. Aplikasi tersebut kemudian menjalani soft release pada pertengahan Juli 2025.

Pada tahap awal, fokus utama perusahaan adalah mencari mitra yang bersedia bergabung. Saat itu jumlah mitra masih sekitar 100 orang dan operasional dilakukan secara mandiri oleh Elan.

Memasuki Oktober 2025, platform mulai membuka permintaan antrean untuk publik. Langkah itu dilakukan setelah jaringan mitra dianggap cukup untuk melayani kebutuhan pengguna di sejumlah titik.

Skema Tarif Dan Mitra

Dalam sistem Antriin.id, mitra bertugas mewakili pelanggan untuk menunggu di lokasi antrean. Tarif layanan dipatok antara Rp30.000 hingga Rp40.000 per jam, tergantung kebutuhan dan durasi antre.

Elan menjelaskan, permintaan antrean hanya bisa dibuat jika ada mitra di sekitar lokasi dengan radius minimal 1 kilometer dan maksimal 10 kilometer. Skema ini dirancang agar layanan tetap efisien dan tidak membebani mitra dengan jarak tempuh yang terlalu jauh.

Dengan mekanisme tersebut, mitra berpeluang memperoleh pendapatan sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000 per hari. Besaran penghasilan itu bergantung pada jumlah pesanan dan lamanya antrean yang diselesaikan.

Permintaan Makin Meluas

Seiring meningkatnya minat pengguna, jumlah mitra Antriin.id kini bertambah menjadi lebih dari 230 orang. Mereka tersebar di wilayah Jabodetabek untuk menjangkau lebih banyak titik antrean.

Elan menegaskan, sistem yang diterapkan dibuat lebih terfokus agar satu mitra hanya menangani satu antrean dalam satu waktu. Ia menyebut skema itu dipilih karena banyak orang mengira satu jastiper bisa melayani banyak antrean sekaligus.

Layanan yang dibuka juga tidak terbatas pada makanan viral, tetapi mencakup kebutuhan lain seperti jasa titip antre rumah sakit. Dengan perluasan itu, Antriin.id menempatkan antrean sebagai layanan yang bisa diubah menjadi peluang ekonomi baru.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!