Kolaborasi Swatch dan Audemars Piguet kembali menarik perhatian publik global lewat peluncuran koleksi jam saku Royal Pop. Produk ini diluncurkan di sejumlah negara sejak 16 Mei dan langsung memicu antrean panjang di gerai penjualan.
Antusiasme pembeli muncul meski banyak orang belum mengetahui detail koleksi yang akan ditawarkan. Ketertarikan itu dipicu kombinasi merek mewah Audemars Piguet dan karakter warna-warni khas Swatch yang jarang ditemui pada produk serupa.
Royal Pop Swatch Pikat Pasar
Royal Pop disebut sebagai perpaduan desain ikonik Royal Oak milik Audemars Piguet dengan lini Pop Swatch era 1980-an. Hasilnya adalah koleksi jam saku Biokeramik berwarna cerah yang tampil dengan sentuhan berbeda dari jam tangan modern pada umumnya.
Koleksi ini terdiri atas delapan model dengan warna yang mencolok dan dilengkapi tali pengikat. Harga jualnya berada di kisaran 535 dolar AS atau sekitar Rp9,4 juta hingga 570 dolar AS atau sekitar Rp10 juta.
Perpaduan desain klasik dan nuansa retro membuat produk ini cepat dibicarakan di kalangan penggemar jam tangan. Bagi sebagian kolektor, kehadiran Royal Pop menjadi kesempatan langka untuk memiliki produk hasil kolaborasi dua nama besar.
Antrean Panjang Di Amerika
Di Amerika Serikat, penjualan koleksi Royal Pop membuat antrean terbentuk sejak sehari sebelum peluncuran. Situasi itu terlihat di kawasan Times Square, New York, ketika para penggemar datang lebih awal dengan kursi lipat dan perlengkapan sederhana.
Mereka menghabiskan waktu sambil makan siang dan berbincang dengan sesama calon pembeli. Menurut Business Insider, sekitar 70 orang bergantian menjaga antrean hingga toko dibuka keesokan harinya.
Namun, tidak semua orang bertahan setelah katalog produk diperlihatkan oleh Swatch. Sebagian calon pembeli memilih mundur karena jam yang dirilis ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi mereka.
Respon Pembeli Di Singapura
Antusiasme serupa juga terlihat di Singapura saat koleksi ini dirilis di pusat perbelanjaan Ion Orchard. Pada hari peluncuran, ratusan calon pembeli sudah diberi nomor antrean tidak resmi sejak pukul 07.00 waktu setempat.
Laporan Strait Times menyebutkan bahwa minat tinggi membuat suasana di lokasi menjadi padat sejak pagi. Swatch disebut membatasi pembelian hanya satu jam per orang dalam satu hari untuk menjaga ketersediaan produk.
Kebijakan pembatasan itu menunjukkan bahwa pasokan Royal Pop memang dibuat terbatas. Kondisi tersebut turut memperkuat daya tarik produk di mata kolektor yang mengejar item eksklusif.
Minat Tinggi Di Jakarta
Antrean untuk Royal Pop juga terjadi di Grand Indonesia, Jakarta, pada hari peluncuran. Sejak pagi, sejumlah orang sudah menunggu sebelum pusat perbelanjaan dibuka.
Situasi itu menandakan bahwa daya tarik kolaborasi Swatch x Audemars Piguet tidak hanya kuat di pasar luar negeri. Di Indonesia, jam saku tersebut ikut memancing rasa penasaran penggemar mode dan kolektor aksesori premium.
Namun, laporan menyebut antrean sempat dibubarkan oleh petugas keamanan. Peristiwa itu menunjukkan tingginya minat publik, sekaligus tantangan pengelolaan keramaian saat produk langka diluncurkan.
