Anrez Adelio buka suara terkait perselisihan dengan Friceilda Prillea atau Icel, usai menjalani pemeriksaan di kantor polisi terkait laporan dugaan kekerasan seksual. Ia menegaskan siap menjalani tes DNA untuk memastikan status biologis anak yang dilahirkan Icel, sekaligus membuktikan komitmennya bila hasilnya menunjukkan hubungan darah.
Menurut Anrez, langkah tes DNA diperlukan agar persoalan ini tidak terus berkembang di ruang publik tanpa kepastian medis dan hukum. Ia juga menilai pihak Icel justru semakin menutup diri, sehingga proses klarifikasi menjadi sulit dilakukan secara terbuka.
Tes DNA Jadi Kunci
Anrez Adelio menilai tes DNA adalah jalan paling tepat untuk mengakhiri polemik yang selama ini menyita perhatian publik. Ia menegaskan tidak ingin berspekulasi sebelum ada hasil pemeriksaan yang bisa dipertanggungjawabkan.
Baginya, kepastian biologis harus didahulukan sebelum membahas langkah tanggung jawab berikutnya. Karena itu, ia meminta proses dilakukan secara objektif melalui mekanisme yang sah secara medis dan hukum.
Dalam keterangannya di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, ia menyatakan keyakinannya terhadap hasil pemeriksaan tersebut. Ia menuturkan bahwa dirinya siap kapan pun jika tes DNA benar-benar dijalankan.
Klarifikasi Soal Tanggung Jawab
Di tengah tudingan yang menyebut dirinya enggan bertanggung jawab, Anrez membantah keras anggapan tersebut. Ia mengklaim telah berupaya menjalin komunikasi sejak masa kehamilan berlangsung.
Ia menyebut niat untuk mendampingi Icel sudah ada sejak awal, termasuk saat proses kehamilan dan persiapan kelahiran. Menurut dia, persoalan justru muncul ketika komunikasi tidak berjalan mulus dari pihak lawan.
Anrez mengaku langkah yang ditempuhnya selama ini adalah bentuk itikad baik, bukan upaya menghindar dari masalah. Ia menegaskan bahwa dirinya terbuka untuk mengikuti prosedur yang diperlukan demi mencari kebenaran.
Keluhan Akses Bayi
Anrez juga mengungkapkan kebingungannya atas perubahan sikap pihak Icel yang dinilainya tidak konsisten. Jika sebelumnya pembuktian gencar disuarakan di media, kini ia merasa akses untuk bertemu bayi justru tidak jelas.
Ia menyebut hingga saat ini belum memperoleh alamat atau lokasi keberadaan bayi yang dimaksud. Kondisi itu, menurutnya, membuat proses verifikasi menjadi semakin sulit dijalankan.
Karena situasi tersebut, Anrez menilai pihak lawan justru memperumit keadaan. Ia berharap ada keterbukaan agar persoalan tidak terus berlarut dan menimbulkan persepsi yang keliru.
Menunggu Proses Hukum
Meski komunikasi saat ini terputus, Anrez memastikan dirinya tidak akan lari dari tanggung jawab. Ia menekankan bahwa semua langkah harus ditempuh melalui jalur yang sah dan transparan.
Ia berharap proses hukum dan medis dapat memberikan jawaban yang adil bagi semua pihak. Bagi dia, hasil pemeriksaan akan menjadi dasar untuk melangkah ke tahap selanjutnya.
Anrez juga menyatakan akan memberi kabar terbaru kepada publik bila ada perkembangan baru. Ia menutup pernyataannya dengan penegasan bahwa dirinya siap menjalani tes DNA kapan pun diperlukan.
