Anrez Adelio Siap Tes DNA Terkait Status Anak Icel

Lifestyle Anindya Kirana Putri 23 Mei 2026 01:31 WIB 6
Anrez Adelio Siap Tes DNA Terkait Status Anak Icel

Anrez Adelio akhirnya buka suara terkait perselisihannya dengan Friceilda Prillea atau Icel usai menjalani pemeriksaan di kantor polisi. Dalam keterangannya, ia menegaskan siap menjalani tes DNA untuk memastikan status biologis anak yang dilahirkan Icel. Anrez menilai langkah itu penting agar persoalan ini terang secara hukum dan medis. Ia juga menyayangkan sikap pihak Icel yang dinilai membuat proses pembuktian semakin sulit.

Di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2026), Anrez menegaskan bahwa dirinya tidak keberatan untuk mengikuti tes DNA. Menurutnya, bila hasil pemeriksaan membuktikan bahwa anak tersebut adalah darah dagingnya, ia siap bertanggung jawab. Ia menyebut kejelasan adalah hal utama sebelum melangkah lebih jauh. Namun, ia mengaku belum mendapat respons yang memadai dari pihak lawan terkait akses bertemu bayi tersebut.

Tes DNA Anrez Adelio

Anrez Adelio menegaskan bahwa tes DNA menjadi pilihan utama untuk menyelesaikan polemik yang sedang berjalan. Ia menilai pemeriksaan itu akan memberikan jawaban paling objektif atas status anak yang dipersoalkan. Menurutnya, tidak ada alasan untuk menunda proses yang bisa membuka kebenaran. Sikap itu, kata dia, justru menunjukkan itikad baik.

Dalam pernyataannya, Anrez mengaku sangat yakin dengan pilihannya untuk menjalani tes DNA. Ia bahkan menyampaikan bahwa dirinya ingin proses tersebut segera dilakukan tanpa berlarut-larut. Baginya, pembuktian ilmiah jauh lebih penting daripada saling tuding di ruang publik. Ia berharap semua pihak dapat mengikuti prosedur yang sama.

Anrez juga menegaskan bahwa keinginannya bukan untuk mencari pembenaran sepihak. Ia mengatakan, bila hasil tes membuktikan dirinya adalah ayah biologis, maka ia siap menerima konsekuensi. Menurutnya, kepastian ilmiah akan membantu semua pihak mengambil langkah berikutnya. Karena itu, ia meminta proses dilakukan secara terbuka.

Sikap tegas Anrez muncul setelah ia menjalani pemeriksaan terkait laporan dugaan kekerasan seksual. Ia memilih menjadikan jalur hukum dan medis sebagai dasar penyelesaian persoalan. Dalam pandangannya, cara tersebut lebih adil daripada hanya mengandalkan opini. Ia berharap konflik ini tidak semakin melebar.

Bantahan Soal Tanggung Jawab

Anrez membantah tudingan yang menyebut dirinya tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan Icel. Ia menyatakan niat untuk mendampingi sudah ada sejak masa kehamilan berlangsung. Menurutnya, komunikasi dan upaya pengurusan sudah dilakukan sejak awal. Karena itu, ia merasa tudingan tersebut tidak sepenuhnya sesuai fakta.

Ia mengaku telah berusaha menjalin komunikasi dan menawarkan bantuan sejak lama. Bahkan, menurut pengakuannya, ia ingin ikut mengurus proses sejak hamil hingga persalinan. Namun, ia menyebut ada pihak yang justru mempersulit langkah tersebut. Situasi itu membuat proses penyelesaian tidak berjalan mulus.

Dalam keterangannya, Anrez menilai bahwa dirinya tidak pernah menghindar dari tanggung jawab. Ia mengatakan hanya ingin semua dilakukan berdasarkan bukti dan prosedur yang jelas. Baginya, tanggung jawab seharusnya tidak dipisahkan dari kepastian status biologis. Dengan begitu, tidak ada pihak yang dirugikan.

Ia juga menyinggung bahwa sejak awal telah ada komunikasi terkait persoalan ini. Meski begitu, ia merasa upaya baik yang dilakukan tidak selalu mendapat respons positif. Anrez menilai hal itu membuat situasi semakin rumit. Kendati demikian, ia tetap membuka ruang untuk penyelesaian yang objektif.

Sikap Pihak Icel Disorot

Anrez mengaku heran dengan perubahan sikap pihak Icel dalam menyikapi kasus ini. Menurutnya, sebelumnya pihak Icel cukup vokal menuntut pembuktian di media. Namun, situasi berubah ketika dirinya meminta akses untuk bertemu bayi dan menjalani tes DNA. Ia merasa justru tidak mendapat jawaban yang jelas.

Ia menyebut hingga saat ini alamat atau lokasi keberadaan bayi belum diberikan kepadanya. Kondisi itu, menurut Anrez, membuat proses verifikasi menjadi terhambat. Ia menilai sikap tersebut tidak sejalan dengan permintaan pembuktian yang sebelumnya disampaikan. Karena itu, ia merasa justru dirinya yang dipersulit.

Anrez juga menanggapi anggapan bahwa dirinya tidak peduli terhadap persoalan yang terjadi. Ia menilai tuduhan itu tidak adil karena dirinya justru berusaha mencari jalan keluar. Baginya, keterbukaan informasi adalah kunci agar masalah tidak terus berkembang. Tanpa itu, penyelesaian akan semakin jauh.

Meski kecewa, Anrez memilih untuk tidak memperpanjang polemik melalui pernyataan yang berlebihan. Ia hanya berharap pihak terkait bisa memberi kejelasan agar proses berjalan normal. Menurutnya, jika tujuan awal adalah pembuktian, maka akses dan komunikasi harus dibuka. Dengan demikian, semua pihak bisa melihat persoalan secara jernih.

Menunggu Perkembangan Kasus

Di tengah komunikasi yang disebut terputus, Anrez memastikan dirinya tidak berniat lari dari tanggung jawab. Ia menegaskan siap menjalani tes DNA kapan saja bila kesempatan itu diberikan. Baginya, langkah tersebut merupakan bentuk transparansi. Ia ingin semua berjalan sesuai jalur yang sah.

Anrez menilai proses hukum dan medis harus ditempuh secara terbuka serta objektif. Ia tidak ingin persoalan ini diselesaikan hanya melalui asumsi. Menurutnya, hasil tes DNA akan menjadi dasar yang paling kuat untuk menentukan sikap berikutnya. Karena itu, ia memilih tetap tenang sambil menunggu perkembangan.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya bersedia memberikan pembaruan kepada publik bila ada perkembangan baru. Pernyataan itu menunjukkan bahwa ia ingin tetap terbuka kepada media. Dalam pandangannya, keterbukaan justru akan membantu meredakan spekulasi. Ia berharap publik dapat menunggu hasil resmi.

Menutup keterangannya, Anrez kembali menegaskan keinginannya untuk menjalani tes DNA sesegera mungkin. Ia mengatakan, jika memang ada anak yang merupakan darah dagingnya, maka ia siap mengambil tanggung jawab penuh. Namun, ia menekankan bahwa semua harus dibuktikan terlebih dahulu. Sampai saat ini, ia masih menanti langkah berikutnya dari pihak terkait.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!