Anggun C Sasmi dan Makna Perhiasan Keluarga

Lifestyle Nadia Safira Putri 26 Mei 2026 03:34 WIB 3
Anggun C Sasmi dan Makna Perhiasan Keluarga

Anggun C Sasmi kembali menjadi sorotan setelah tampil dalam film Para Perasuk dan menerima Golden Visa dari Direktorat Jenderal Imigrasi. Di tengah perhatian publik, penyanyi senior itu justru menarik perhatian lewat kisah personalnya tentang hubungan dengan sang putri, Kirana, terutama soal perhiasan.

Anggun mengungkap bahwa ada aturan di rumah terkait perhiasan yang boleh dipakai Kirana. Menurut dia, sang putri baru diperkenankan mengenakan perhiasan setelah memasuki usia 18 tahun, karena perhiasan dipandang sebagai benda bermakna dan bukan sekadar aksesori.

Perhiasan dan Nilai Keluarga

Anggun menyebut Kirana sejak kecil kerap tertarik pada gelang dan perhiasan miliknya. Namun, ia memilih menahan diri dan meminta putrinya menunggu sampai cukup dewasa untuk memakainya. Baginya, pembatasan itu penting agar Kirana memahami nilai di balik setiap perhiasan.

Penyanyi berusia 52 tahun itu menilai perhiasan harus dikenalkan sebagai sesuatu yang punya makna khusus. Ia ingin putrinya melihat perhiasan sebagai bentuk penghargaan, bukan hanya benda untuk mempercantik diri. Sikap itu sejalan dengan cara ia dibesarkan dalam keluarga.

Dalam penjelasannya, Anggun menuturkan bahwa ibunya dan neneknya juga memandang perhiasan sebagai warisan kasih sayang. Tradisi tersebut membuatnya memahami bahwa berlian dan perhiasan memiliki nilai emosional yang kuat. Karena itu, ia ingin meneruskan pandangan yang sama kepada Kirana.

Ia menegaskan bahwa perhiasan adalah simbol privilege yang seharusnya dipahami dengan bijak. Bagi Anggun, kualitas dan cerita di balik perhiasan lebih penting daripada sekadar tampil mencolok. Pandangan itu menjadi dasar dalam cara ia memperkenalkan perhiasan kepada anak perempuannya.

Makna Personal Anggun

Anggun menilai perhiasan terbaik adalah yang memiliki cerita dan diberikan dengan penuh perhatian. Ia menggambarkan pemberian dari ibu atau nenek sebagai sesuatu yang eksklusif, namun tetap hangat. Nilai itu yang membuat perhiasan terasa lebih dari sekadar aksesori mode.

Dalam pandangannya, perhiasan yang baik harus memiliki kualitas dan makna yang seimbang. Ia menyebutnya sebagai sesuatu yang understated, tetapi tidak pernah biasa. Konsep itu menurutnya mencerminkan keanggunan yang alami dan tidak berlebihan.

Pengalaman hidup membuat Anggun memandang perhiasan sebagai bagian dari identitas dan warisan keluarga. Ia merasa benda bernilai tinggi harus dipahami dengan kesadaran, bukan dorongan sesaat. Karena itu, ia menempatkan edukasi kepada Kirana sebagai hal yang penting.

Pandangan tersebut juga memperlihatkan sisi personal Anggun yang jarang terekspos publik. Di balik statusnya sebagai figur terkenal, ia tetap memegang nilai keluarga yang kuat. Hal ini membuat kisahnya tentang perhiasan terasa relevan dan dekat dengan banyak pembaca.

Alasan Dipilih Wanda

Wanda House of Jewels menilai Anggun sebagai sosok yang paling tepat menjadi House Ambassador sekaligus D color Lady. Pemilihan itu didasarkan pada kedekatan Anggun dengan nilai yang dijunjung brand tersebut. Menurut pihak Wanda, ada kesesuaian pandangan yang kuat antara Anggun dan filosofi perusahaan.

Founder Wanda House of Jewels, Wanda Ponika, mengatakan bahwa kecocokan itu tidak hanya terlihat dari penampilan luar. Ia menyebut ada kesamaan jiwa antara Anggun dan merek yang dibangunnya. Karena itu, kolaborasi tersebut dianggap terasa sangat alami.

Wanda menegaskan bahwa anggapan itu lahir setelah banyak berdiskusi dengan Anggun. Semakin mengenal sang penyanyi, ia semakin yakin bahwa keduanya memiliki karakter yang sejalan. Bagi dia, kesamaan itu membuat kerja sama tersebut memiliki makna yang lebih dalam.

Ia juga menekankan bahwa Wanda House of Jewels bukan sekadar toko perhiasan. Brand itu bergerak sebagai jeweler yang membuat perhiasan dengan perhatian dan niat yang jelas. Setiap detail dirancang agar menghasilkan karya yang memiliki nilai emosional dan estetika.

Jeweler dan Filosofi Anggun

Anggun menyambut baik pendekatan yang diusung Wanda House of Jewels. Ia menilai proses pembuatan perhiasan yang penuh atensi sangat sesuai dengan pandangannya. Baginya, perhiasan bukan hanya produk, melainkan hasil kerja yang memiliki jiwa.

Ia menyebut pentingnya niat di balik sebuah perhiasan, karena hal itu menentukan nilai yang dirasakan pemakainya. Ketika sebuah benda dibuat dengan perhatian, maknanya menjadi lebih kuat. Pandangan tersebut membuat Anggun merasa nyaman berkolaborasi dengan brand itu.

Dalam kesempatan yang sama, Anggun menunjukkan bahwa dirinya tidak tertarik pada kemewahan yang berlebihan. Ia lebih menghargai karya yang anggun, personal, dan punya karakter. Sikap itu membuat penampilannya dinilai selaras dengan filosofi Wanda.

Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana perhiasan dapat menjadi medium untuk menyampaikan nilai keluarga, identitas, dan rasa hormat. Bagi Anggun, perhiasan adalah simbol yang harus diperlakukan dengan penuh kesadaran. Dari rumah hingga panggung publik, pandangan itu tetap konsisten dijaga.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!