Anggun C Sasmi dan Makna Perhiasan dalam Keluarga

Lifestyle Anindya Kirana Putri 25 Mei 2026 17:00 WIB 3
Anggun C Sasmi dan Makna Perhiasan dalam Keluarga

Anggun C Sasmi kembali menjadi sorotan setelah tampil dalam film Para Perasuk dan menerima Golden Visa dari Direktorat Jenderal Imigrasi. Di tengah perhatian publik terhadap kiprahnya, Anggun juga membuka sisi personal yang jarang dibahas, yakni dinamika hubungannya dengan putri semata wayangnya, Kirana.

Penyanyi yang telah berkarier sejak remaja itu mengungkapkan, pembicaraan soal perhiasan kerap muncul dalam percakapannya dengan Kirana. Namun, Anggun menegaskan ada aturan di rumah yang membuat sang putri belum diperbolehkan memakai perhiasan sebelum berusia 18 tahun.

Perhiasan dan aturan rumah

Anggun mengatakan, Kirana sejak kecil sudah sering menunjukkan ketertarikan pada aksesori miliknya. Putrinya kerap memuji gelang atau perhiasan lain yang dikenakan sang ibu, lalu meminta untuk mencobanya kelak. Bagi Anggun, respons itu menjadi bagian dari proses mengenalkan perhiasan secara perlahan.

Ia memilih tidak memberi izin terlalu cepat, karena ingin Kirana memahami bahwa perhiasan bukan sekadar benda hias. Menurutnya, perhiasan perlu dipandang sebagai aksesori yang penting dan memiliki makna. Sikap tersebut membuat aturan di rumah terasa konsisten dan jelas.

Dalam keterangannya di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Mei 2026, Anggun menyebut usia 18 tahun sebagai batas yang ia tetapkan. Setelah melewati usia itu, Kirana mulai diperkenalkan lebih jauh pada penggunaan perhiasan. Meski demikian, Anggun tetap ingin proses itu berjalan secara bertahap.

Baginya, pembatasan tersebut bukan bentuk larangan semata, melainkan cara membangun pemahaman sejak dini. Ia ingin sang putri menghargai perhiasan sebagai sesuatu yang punya nilai personal. Dengan begitu, kebiasaan memakai perhiasan tidak hadir sebagai tren sesaat.

Perhiasan sebagai warisan

Anggun menuturkan bahwa pandangannya terhadap perhiasan terbentuk dari lingkungan keluarga. Sejak kecil, ia melihat ibunda dan neneknya memandang diamond sebagai warisan kasih sayang yang turun-temurun. Karena itu, perhiasan baginya memiliki dimensi emosional yang lebih dalam.

Ia menyebut perhiasan, terutama berlian, sebagai sesuatu yang eksklusif dan mencerminkan privilege. Dalam pandangannya, memberikan perhiasan berarti menyampaikan kualitas terbaik kepada orang yang dicintai. Nilai tersebut membuat perhiasan terasa lebih dari sekadar pelengkap penampilan.

Anggun juga menekankan pentingnya kesederhanaan dalam menampilkan kemewahan. Ia menggambarkan gaya yang understated but yet never ordinary, atau sederhana tetapi tetap berkelas. Prinsip itu menjadi bagian dari caranya memaknai perhiasan.

Warisan keluarga itu kemudian ia bawa ke dalam cara mendidik Kirana. Anggun ingin putrinya memahami bahwa perhiasan dapat menyimpan cerita, perhatian, dan penghormatan. Karena itu, ia menilai pengetahuan tentang nilai perhiasan perlu dibangun sejak dini.

Kolaborasi Anggun dan Wanda

Pandangan Anggun tentang perhiasan membuatnya dinilai sangat sesuai menjadi House Ambassador sekaligus D color Lady untuk Wanda House of Jewels. Bagi brand tersebut, Anggun dianggap memiliki karakter yang sejalan dengan filosofi mereka. Keselarasan itu terlihat dari cara Anggun berbicara mengenai makna perhiasan.

Founder Wanda House of Jewels, Wanda Ponika, menyebut kesan itu semakin kuat setelah ia banyak berbincang dengan Anggun. Ia merasa ada kedekatan nilai antara keduanya, baik dari sisi pribadi maupun cara memandang perhiasan. Menurutnya, Anggun dan Wanda House of Jewels memiliki ruh yang saling bertemu.

Wanda menjelaskan bahwa kesesuaian tersebut bukan soal penampilan fisik, melainkan soal jiwa dan karakter. Karena itu, Anggun dinilai mampu merepresentasikan identitas merek dengan alami. Pendekatan tersebut membuat kolaborasi terasa lebih otentik.

Dalam kesempatan yang sama, Anggun menegaskan bahwa Wanda House of Jewels bukan sekadar toko perhiasan. Ia melihat mereka sebagai jeweler, yakni pembuat perhiasan yang bekerja dengan perhatian dan niat yang jelas. Baginya, detail dan intensi menjadi bagian penting dari sebuah karya perhiasan.

Makna perhiasan bagi Anggun

Bagi Anggun, perhiasan memiliki hubungan emosional yang kuat dengan pemakainya. Ia merasa setiap perhiasan yang dikenakan dapat membangun ikatan tersendiri antara benda dan orang yang memakainya. Karena itu, pilihan perhiasan tidak bisa dipandang remeh.

Ia menilai proses mengenalkan perhiasan kepada Kirana harus dilakukan dengan penuh kesadaran. Selain soal estetika, ada nilai penghargaan terhadap karya, tradisi, dan simbol kasih sayang di baliknya. Pandangan itu membuat sikap Anggun terhadap perhiasan terlihat konsisten dari rumah hingga ruang publik.

Keterlibatan Anggun dalam kampanye perhiasan juga memperkuat citranya sebagai figur yang memahami nilai elegansi secara personal. Ia tidak hanya tampil sebagai selebritas, tetapi juga sebagai ibu yang memiliki prinsip dalam mendidik anak. Hal itu memberi kedalaman pada pesan yang ia bawa.

Di tengah sorotan terhadap karier dan pencapaiannya, Anggun memperlihatkan bahwa perhiasan bisa menjadi medium untuk menyampaikan nilai keluarga. Dari aturan untuk Kirana hingga pemahamannya soal warisan, perhiasan menjadi bagian dari cerita hidupnya. Sikap itu menjadikan Anggun tampil sebagai sosok yang elegan, terukur, dan penuh makna.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!