Ubi cream cheese belakangan menjadi camilan yang ramai dibicarakan di media sosial karena tampilannya menarik dan rasanya dianggap lezat. Meski berbahan dasar ubi yang kerap dipandang lebih sehat dibanding dessert lain, konsumsi hidangan ini tetap perlu dibatasi agar gula, lemak, dan kalorinya tidak berlebihan.
Dokter spesialis gizi klinik dr Tjandraningrum, SpGK menjelaskan bahwa porsi ubi cream cheese yang masih tergolong wajar adalah sekitar 100 hingga 150 gram ubi dalam sekali makan. Jumlah tersebut dinilai setara dengan porsi karbohidrat pengganti nasi, sehingga tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi harian masing-masing orang.
Ubi cream cheese dan gizinya
Ubi dikenal memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dibanding nasi putih. Kandungan ini dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Namun, keunggulan tersebut tidak otomatis membuat dessert ini bebas dibatasi.
Nilai gizi ubi bisa berubah ketika dipadukan dengan bahan tambahan yang tinggi kalori. Cream cheese, susu kental manis, gula, dan butter dapat menambah asupan lemak serta energi. Karena itu, konsumsi ubi cream cheese tetap harus dihitung sebagai bagian dari total makan harian.
Dalam konteks pola makan seimbang, ubi dapat menjadi sumber karbohidrat yang baik bila porsinya tepat. Akan tetapi, penambahan topping manis dan berlemak bisa membuat hidangan ini tidak lagi ringan. Masyarakat perlu memahami bahwa makanan viral belum tentu sesuai untuk dikonsumsi berlebihan.
Porsi aman yang dianjurkan
Menurut dr Tjandraningrum, porsi ubi sekitar 100 hingga 150 gram masih tergolong wajar untuk sekali makan. Ukuran tersebut dapat diperlakukan sebagai pengganti nasi, bukan tambahan di luar kebutuhan harian. Dengan begitu, asupan karbohidrat tetap lebih terkontrol.
Ia menegaskan bahwa kebutuhan tiap orang berbeda tergantung total kalori harian. Karena itu, porsi yang sama belum tentu cocok untuk semua individu. Orang dengan kebutuhan energi rendah perlu lebih berhati-hati dalam mengonsumsi dessert ini.
Pengaturan porsi menjadi kunci agar ubi cream cheese tetap bisa dinikmati tanpa berlebihan. Konsumen dapat menyesuaikan jumlah ubi dengan aktivitas fisik dan menu lain yang sudah dikonsumsi pada hari yang sama. Langkah ini membantu mencegah kelebihan kalori yang tidak disadari.
Topping yang perlu dibatasi
Selain ubi, perhatian utama juga perlu diberikan pada topping yang digunakan. Cream cheese mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi sehingga sebaiknya tidak dipakai terlalu banyak. Dokter menyarankan penggunaan yang tipis saja agar rasanya tetap ada tanpa membuat kalori melonjak.
Ia menyebutkan porsi cream cheese sekitar 20 hingga 30 gram masih dalam batas wajar. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memberi cita rasa tanpa membuat hidangan menjadi terlalu berat. Jika porsinya melebihi anjuran, beban lemak dan energi akan ikut naik.
Topping lain seperti susu kental manis, gula, dan butter juga perlu dibatasi. Kombinasi bahan-bahan tersebut dapat meningkatkan total kalori secara signifikan. Karena itu, semakin sederhana topping yang dipakai, semakin mudah pula mengendalikan asupan harian.
Tips menikmati tanpa berlebihan
Masyarakat tetap bisa menikmati ubi cream cheese sebagai camilan sesekali. Kuncinya adalah memperhatikan porsi dan frekuensi konsumsi. Hidangan ini sebaiknya tidak dijadikan makanan harian jika asupan kalori sudah mencukupi dari menu lain.
Memilih topping dalam jumlah kecil dapat membantu menjaga keseimbangan nutrisi. Ubi yang disajikan tanpa tambahan gula berlebih akan lebih mendekati makanan sumber karbohidrat yang sehat. Bila ingin rasa manis, konsumen dapat menyesuaikannya secara ringan dan tidak berlebihan.
Kesadaran terhadap kebutuhan kalori harian menjadi langkah penting dalam memilih dessert viral. Ubi cream cheese bisa tetap dinikmati selama porsinya terukur dan tidak menumpuk dengan bahan tinggi gula maupun lemak. Dengan cara itu, camilan populer ini tetap lezat tanpa mengabaikan kesehatan.
