Acha Septriasa melebarkan langkah ke dunia bisnis dengan mendirikan rumah produksi bernama Avarta Media. Usaha ini masih berkaitan erat dengan industri film dan digarap bersama dua pengusaha muda, Arya dan Ardi Dharma.
Avarta Media diperkenalkan sebagai rumah produksi film dan entertainment yang fokus pada cerita emosional, relevan secara budaya, dan dekat dengan pengalaman generasi modern. Acha menegaskan, film bukan hanya hiburan, tetapi juga medium yang membuat penonton merasa dilihat dan dipahami.
Acha Septriasa dan Avarta Media
Acha Septriasa menyebut Avarta Media dibangun untuk menghadirkan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Menurutnya, masih banyak kisah lokal yang berpotensi besar, tetapi belum banyak disentuh rumah produksi lain.
Ia juga menilai industri film memiliki ruang luas untuk mengangkat persoalan yang sering dianggap tabu. Pendekatan itu, kata dia, tetap bisa dibungkus secara subtil tanpa kehilangan nilai hiburannya.
Melalui rumah produksi barunya, Acha ingin menyasar berbagai lapisan penonton, mulai dari milenial, Gen Z, hingga anak-anak. Ia berharap setiap cerita yang dihadirkan dapat didengar dan dirasakan oleh masyarakat luas.
Pengalaman Acha di Film
Langkah Acha mendirikan rumah produksi didukung oleh pengalaman panjangnya di industri film Indonesia. Aktris peraih Piala Citra itu telah membintangi lebih dari 35 film sepanjang 2005 hingga 2025.
Selain bermain film, Acha juga memiliki latar pendidikan di bidang produksi film. Ia menempuh pendidikan di Limkokwing University dan Curtin University Australia, dengan gelar Bachelor of Arts in Mass Communication, Multimedia, and Broadcasting.
Bekal akademik dan pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Acha untuk masuk lebih serius ke belakang layar. Kehadirannya di Avarta Media menunjukkan pergeseran peran dari aktris menjadi pelaku usaha kreatif.
Satine Jadi Proyek Perdana
Avarta Media telah menyiapkan proyek terbaru berupa adaptasi novel Satine karya Ika Natassa. Novel tersebut akan dibawa ke layar lebar sebagai salah satu karya perdana rumah produksi ini.
Ika Natassa mengaku senang novelnya dipilih untuk diadaptasi menjadi film. Ia menyebut karya itu ditulis selama dua tahun dan menjadi salah satu cerita yang paling personal baginya.
Satine mengangkat tema cinta, penyembuhan, ambisi, dan pencarian jati diri yang dinilai relevan dengan generasi sekarang. Ceritanya juga menyoroti kehidupan urban, termasuk kesepian yang sering dialami orang-orang di kota besar.
Drama Baru Avarta Media
Selain Satine, Avarta Media juga menyiapkan film berjudul 9 Aku, Love Heals. Proyek ini merupakan drama hasil kerja sama produksi dengan Shanaya Films.
Film tersebut mengisahkan Wella, perempuan asal Kediri yang hidup dengan Dissociative Identity Disorder atau DID. Dalam cerita itu, Wella memiliki sembilan kepribadian berbeda yang terbentuk dari trauma masa kecil akibat kekerasan dalam rumah tangga.
Ardi Dharma menilai proyek ini menantang karena memiliki lapisan cerita yang kompleks dan sensitif. Ia berharap Avarta Media mampu menghadirkan karya yang kuat secara emosional, sekaligus mendapat respons positif dari penonton.
