5G Dinilai Kunci Akselerasi Ekonomi Digital Indonesia

Teknologi BRH 22 Mei 2026 08:32 WIB 7
5G Dinilai Kunci Akselerasi Ekonomi Digital Indonesia

Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mempercepat transformasi digital dan memperkuat posisi ekonominya di masa depan melalui pemanfaatan teknologi 5G. Namun, adopsi jaringan seluler generasi kelima itu di Tanah Air masih tergolong rendah meski telah diperkenalkan sejak beberapa tahun lalu.

Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Nora Wahby, menegaskan bahwa 5G bukan lagi sekadar peningkatan jaringan seluler. Menurut dia, teknologi ini telah menjadi fondasi penting bagi kecerdasan buatan, komputasi awan, dan otomatisasi industri, sekaligus kunci menuju target ekonomi nasional yang lebih besar.

5G dan transformasi digital

Nora menyampaikan bahwa Indonesia memiliki ambisi besar dalam Visi Indonesia Emas 2045 untuk menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar dunia. Untuk mencapai tujuan itu, infrastruktur digital harus menjadi prioritas utama karena berperan langsung dalam mendorong daya saing nasional.

Ia menilai 5G berada di pusat transformasi digital tersebut karena mampu mendukung berbagai layanan yang membutuhkan koneksi cepat dan stabil. Tanpa jaringan yang kuat, pengembangan teknologi baru akan berjalan lebih lambat dan kurang efisien.

Dalam sambutannya di IndoTelko Forum, Jakarta, Rabu, Nora menekankan bahwa 5G adalah infrastruktur kritikal bagi digitalisasi Indonesia. Ia menambahkan bahwa jika Indonesia ingin menjadi ekonomi digital yang kompetitif, maka pengembangan 5G tidak bisa ditunda.

Teknologi ini dipandang bukan hanya penting untuk sektor telekomunikasi, tetapi juga untuk memperkuat ekosistem digital secara menyeluruh. Dengan dukungan yang tepat, 5G dapat menjadi penggerak utama perubahan di banyak bidang.

5G dan peluang ekonomi

Secara global, 5G disebut sebagai teknologi seluler dengan adopsi tercepat sejak era 2G. Perkembangan itu didorong oleh efisiensi energi yang lebih baik, kecepatan tinggi, dan latensi yang jauh lebih rendah dibanding generasi sebelumnya.

Berdasarkan laporan Ericsson Mobility, jumlah pelanggan 5G global pada akhir tahun lalu telah mencapai sekitar 2,9 miliar. Angka tersebut diproyeksikan melonjak menjadi 6,4 miliar pada 2031, menunjukkan percepatan adopsi yang sangat signifikan.

Di Indonesia, kontribusi 5G diperkirakan akan mencapai lebih dari 30 persen dari total langganan seluler pada 2030. Meski demikian, penetrasi saat ini masih di bawah 10 persen, sehingga ruang pertumbuhannya masih sangat besar.

Nora menyebut seluruh pelaku industri kini tengah berupaya mempercepat adopsi jaringan tersebut. Upaya itu dianggap penting agar Indonesia tidak tertinggal dalam perlombaan transformasi digital global.

5G untuk industri modern

Menurut Nora, data GSMA menunjukkan implementasi 5G berpotensi menambah sekitar USD 41 miliar terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia hingga 2030. Nilai tersebut dinilai besar karena 5G dapat membuka peluang inovasi baru di berbagai sektor strategis.

Sektor yang berpotensi terdorong antara lain manufaktur pintar, smart city, layanan kesehatan digital, pendidikan, logistik, dan energi. Setiap sektor tersebut membutuhkan konektivitas yang cepat, stabil, dan responsif untuk meningkatkan produktivitas.

Dalam konteks industri, 5G juga dipandang mampu mempercepat otomatisasi berskala besar. Teknologi ini memberi ruang bagi perusahaan untuk mengintegrasikan sistem yang lebih efisien, presisi, dan adaptif terhadap kebutuhan produksi.

Nora menilai tambahan nilai ekonomi dari 5G bukan sekadar angka, melainkan sinyal bahwa konektivitas telah menjadi mesin pertumbuhan baru. Karena itu, penguatan jaringan dianggap sangat relevan bagi masa depan industri nasional.

5G, ai, dan cloud

Ericsson melihat masa depan transformasi digital Indonesia sangat ditentukan oleh tiga pilar utama, yakni Artificial Intelligence, cloud, dan mobile connectivity berbasis 5G. Ketiganya saling terhubung dan membentuk fondasi bagi ekosistem digital yang lebih kuat.

AI membutuhkan jaringan yang stabil, cepat, dan responsif agar dapat bekerja optimal dalam berbagai aplikasi. Kebutuhan itu membuat 5G menjadi pasangan teknologi yang sangat penting bagi pengembangan solusi digital modern.

Cloud juga memerlukan konektivitas andal agar proses penyimpanan, pengolahan, dan distribusi data dapat berlangsung tanpa hambatan. Dalam ekosistem seperti ini, 5G membantu memastikan aliran data berjalan lebih lancar dan efisien.

Dengan semakin masifnya pemanfaatan AI, Ericsson memperkirakan adopsi 5G di Indonesia akan ikut meningkat. Kombinasi tersebut diyakini dapat mempercepat transformasi digital dan memperkuat posisi Indonesia di peta ekonomi teknologi global.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!