100 UMKM Lolos Program Pertapreneur Aggregator Pertamina 2025

Ekonomi Bisnis Gilang Nabaris 02 Juni 2026 04:32 WIB 3
100 UMKM Lolos Program Pertapreneur Aggregator Pertamina 2025

Sebanyak 100 usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM resmi lolos ke Program Pertamina Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025 setelah melewati seleksi dari 730 peserta UMK Academy 2025. Program ini dirancang untuk memperkuat UMKM yang siap berkolaborasi, memperluas jejaring bisnis, dan tumbuh menjadi agregator mandiri yang berkelanjutan.

Para peserta akan menjalani pembinaan lanjutan selama empat minggu intensif, mencakup evaluasi, wawancara, bootcamp, hingga mentoring bersama para ahli. Pertamina menegaskan, penguatan UMKM menjadi bagian penting dari strategi membangun ekonomi nasional yang lebih kuat, inklusif, dan kompetitif di pasar global.

Pertapreneur Aggregator dan UMKM

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan perusahaan terus memperkuat peran strategis UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Menurut dia, UMKM bukan hanya penggerak ekonomi lokal, tetapi juga pilar penting untuk meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global.

Baron menambahkan, melalui Pertapreneur Aggregator, Pertamina tidak hanya ingin mencetak pengusaha sukses. Program ini juga diarahkan untuk melahirkan pemimpin perubahan yang mampu membangun ekonomi lokal, sosial, dan hijau.

Fokus tersebut sejalan dengan kebutuhan UMKM untuk naik kelas melalui sistem bisnis yang lebih terukur. Karena itu, peserta terpilih dipersiapkan agar memiliki kapasitas usaha yang lebih profesional dan berdampak.

Pertamina menilai, pendampingan terstruktur menjadi kunci agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan. Dalam konteks itu, agregator diposisikan sebagai penghubung yang mampu memperkuat rantai nilai antar pelaku usaha.

Komposisi peserta terpilih

Dari sisi sektor, peserta PAG 2025 didominasi bidang Food & Beverage sebesar 45 persen. Sektor Fashion & Wastra menyusul dengan porsi 31 persen, kemudian Craft & Jewellery sebesar 22 persen.

Adapun sektor Agribisnis dan Jasa masing-masing tercatat sebesar 1 persen. Komposisi ini menunjukkan bahwa program masih banyak menarik pelaku usaha berbasis produk konsumsi dan kreatif.

Secara wilayah, peserta tersebar di delapan regional dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara sebesar 23 persen. Setelah itu, Jawa Barat menyumbang 20 persen peserta, disusul Jawa Tengah dengan 15 persen.

Penyebaran ini memperlihatkan jangkauan pembinaan UMKM yang cukup luas di berbagai daerah. Pertamina berharap pemerataan tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih kuat.

Materi pendampingan intensif

Program Pertapreneur Aggregator akan berlangsung selama empat minggu secara intensif. Tahapannya meliputi Desk Evaluation, Wawancara, serta Bootcamp dan Mentoring Intensif.

Dalam proses tersebut, peserta akan mempelajari strategi branding, digital marketing, manajemen keuangan, ekspor, dan business matching. Seluruh materi disusun agar UMKM memiliki bekal praktis untuk memperluas pasar dan memperkuat model bisnis.

Pendampingan ini juga diarahkan agar peserta mampu mengelola usaha secara lebih profesional. Dengan begitu, UMKM diharapkan tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga pada tata kelola yang sehat dan berkelanjutan.

Program pembelajaran yang komprehensif dinilai penting untuk menjawab tantangan persaingan usaha saat ini. UMKM yang mampu memahami pasar dan memanfaatkan teknologi akan lebih siap menghadapi perubahan.

Jalur menuju pasar global

Dari 100 peserta awal, akan dipilih 10 UMKM terbaik nasional melalui tahap Final Pitching dan Awarding. Kesepuluh peserta tersebut akan mendapat pendampingan eksklusif selama enam bulan untuk menjadi agregator mandiri dan siap go global.

Pendampingan lanjutan itu mencakup mentoring CEO, simulasi pitching ala Dragon's Den, hingga peluang masuk ke pasar internasional. Peserta juga akan difasilitasi melalui Global Market Matching dan platform seperti Alibaba, Amazon, serta Shopee International.

Selain akses pasar, UMKM terpilih juga berpeluang memperoleh sertifikasi pendukung lainnya. Langkah ini diharapkan memperkuat kredibilitas produk dan meningkatkan kepercayaan calon mitra bisnis.

Pertamina menegaskan, rangkaian program UMKM ini merupakan komitmen perusahaan dalam mencetak usaha yang berdaya saing global. Penguatan ekosistem UMKM dipandang penting untuk membuka lapangan kerja berkualitas dan mendorong transformasi ekonomi produktif di daerah.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!