100 UMKM Lolos Program Pertapreneur Aggregator 2025

Ekonomi Bisnis Kevin S. Pratama 02 Juni 2026 12:14 WIB 2
100 UMKM Lolos Program Pertapreneur Aggregator 2025

Sebanyak 100 usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM resmi lolos ke Program Pertamina Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025. Mereka terpilih dari 730 peserta UMK Academy 2025 setelah melalui proses seleksi yang ketat. Program ini dirancang untuk mencetak agregator mandiri yang siap berkembang secara global dan berkelanjutan. Pertamina menargetkan pembinaan tersebut mampu memperkuat daya saing UMKM di tengah kompetisi usaha yang semakin terbuka.

Para peserta akan mengikuti pendampingan intensif agar mampu membangun jejaring bisnis yang lebih luas dan profesional. Selain penguatan kapasitas usaha, program ini juga menekankan dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas bisnis peserta. Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Menurut dia, penguatan UMKM adalah bagian dari strategi membangun ekonomi lokal yang tangguh dan berdaya saing global.

UMKM Pertamina Menuju Global

Pertamina menempatkan program Pertapreneur Aggregator sebagai salah satu langkah untuk mencetak pelaku usaha yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga memiliki visi kepemimpinan. Muhammad Baron menyebut UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi lokal. Ia menilai penguatan sektor ini akan memberi dampak langsung terhadap ketahanan ekonomi nasional. Program tersebut juga diarahkan untuk melahirkan pemimpin perubahan yang mampu membangun ekonomi hijau dan sosial.

Melalui PAG 2025, peserta akan dibekali keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Materi pembinaan mencakup branding, digital marketing, manajemen keuangan, ekspor, dan business matching. Pendekatan ini diharapkan membantu UMKM naik kelas secara terukur. Dengan bekal tersebut, peserta diharapkan lebih siap menghadapi pasar domestik maupun internasional.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional. Perusahaan menilai UMKM yang kuat akan membantu menciptakan lapangan kerja berkualitas. Selain itu, UMKM berpotensi memperkokoh rantai pasok di berbagai daerah. Dampak yang diharapkan tidak hanya ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan.

Komposisi Peserta UMKM Beragam

Dari sisi sektor, peserta PAG 2025 didominasi oleh bidang Food & Beverage dengan porsi 45 persen. Sektor Fashion & Wastra menyusul dengan 31 persen, lalu Craft & Jewellery sebesar 22 persen. Sementara itu, sektor Agribisnis dan Jasa masing-masing menyumbang 1 persen. Komposisi ini menunjukkan keberagaman usaha yang dibina dalam program tersebut.

Secara wilayah, peserta berasal dari delapan regional dengan sebaran yang cukup luas. Konsentrasi tertinggi berada di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara dengan 23 persen. Jawa Barat menempati posisi berikutnya dengan 20 persen, disusul Jawa Tengah sebesar 15 persen. Sebaran ini memperlihatkan jangkauan program yang merata di berbagai daerah.

Keberagaman sektor dan wilayah dinilai penting untuk membangun kolaborasi antarpelaku usaha. Melalui pendekatan agregator, UMKM peserta diharapkan saling terhubung dalam rantai bisnis yang lebih kuat. Pola ini juga mendorong pertumbuhan jejaring yang tidak berhenti di tingkat lokal. Dengan demikian, nilai tambah usaha dapat berkembang lebih cepat dan berkelanjutan.

Pelatihan Intensif Empat Minggu

Program PAG 2025 akan berlangsung selama empat minggu secara intensif. Tahapannya dimulai dari Desk Evaluation, kemudian Wawancara, dan dilanjutkan dengan Bootcamp serta Mentoring Intensif. Setiap peserta akan mendapat pendampingan untuk memperbaiki model bisnis dan strategi pertumbuhan. Skema ini disusun agar proses pembinaan berjalan lebih terarah dan terukur.

Dalam pelatihan tersebut, peserta akan mendapatkan materi yang mendukung penguatan kapasitas usaha. Fokus utama mencakup pengelolaan keuangan, strategi pemasaran digital, dan pengembangan merek. Peserta juga akan diperkenalkan pada strategi ekspor serta peluang business matching. Seluruh materi dirancang agar UMKM lebih adaptif terhadap dinamika pasar.

Pertamina menilai pendampingan intensif diperlukan agar pelaku usaha tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam operasional harian. Karena itu, mentor akan mendampingi peserta secara langsung selama program berlangsung. Pendekatan ini diharapkan membuat UMKM lebih profesional dalam pengambilan keputusan. Pada akhirnya, kualitas usaha peserta diharapkan meningkat secara signifikan.

Seleksi Lanjutan dan Pendampingan

Dari 100 peserta awal, Pertamina akan memilih 10 UMKM terbaik nasional melalui tahap Final Pitching dan Awarding. Seleksi tersebut menjadi penentu siapa saja yang berhak melanjutkan ke pendampingan eksklusif. Proses ini dirancang untuk menemukan pelaku usaha yang paling siap berkembang sebagai agregator mandiri. Penilaian akan mempertimbangkan kesiapan bisnis, inovasi, dan dampak usaha.

Sepuluh UMKM terpilih nantinya akan mendapatkan pendampingan selama enam bulan. Mereka akan dibimbing melalui mentoring CEO, simulasi pitching Dragon's Den, hingga akses ke peluang Global Market Matching. Peserta juga akan diarahkan memanfaatkan platform seperti Alibaba, Amazon, dan Shopee International. Dukungan tersebut diharapkan membuka jalan bagi UMKM untuk menembus pasar global.

Selain akses pasar, peserta terpilih juga akan memperoleh berbagai sertifikasi pendukung. Langkah ini penting untuk meningkatkan kredibilitas dan kesiapan bisnis dalam bersaing di level internasional. Pertamina menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan investasi jangka panjang bagi ekonomi nasional. Dengan penguatan ekosistem UMKM, perusahaan berharap lahir lebih banyak usaha yang berdaya saing, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!